Home / Nasional / Komnas HAM Selidiki Bentrokan Maulid di Pidie, Minta Korban Tewas Diautopsi

Komnas HAM Selidiki Bentrokan Maulid di Pidie, Minta Korban Tewas Diautopsi

majalahsuaraforum.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan turun langsung memantau bentrokan yang terjadi saat perayaan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari atau Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan fakta sekaligus mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan pemantauan lapangan akan segera dilakukan guna memperoleh keterangan dan informasi langsung dari lokasi peristiwa.

“Komnas HAM akan segera melakukan pemantauan untuk mendapatkan fakta-fakta dari peristiwa ini. Pemantauan lapangan guna mendalami kronologi peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian,” ujar Anis Hidayah, Jumat (6/11/2026).

Selain melakukan pemantauan, Komnas HAM meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut menggunakan pendekatan scientific crime investigation. Penyelidikan juga perlu mencakup autopsi terhadap korban meninggal dunia serta pemeriksaan terhadap warga lain yang mengalami luka-luka.

Anis menegaskan, aparat harus memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dan memastikan korban memperoleh akses keadilan.

“Memeriksa terduga pelaku serta memberikan akses keadilan bagi korban agar peristiwa yang sama tidak terulang di kemudian hari,” lanjut Anis.

Komnas HAM juga mendorong pemerintah segera menyelesaikan persoalan mendasar yang melatarbelakangi bentrokan tersebut. Pemerintah dinilai perlu mengambil langkah antisipasi untuk mencegah konflik sosial semakin meluas.

“Pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan akar masalah dan melakukan antisipasi eskalasi guna mencegah konflik sosial yang akan terjadi,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah diminta memastikan warga yang mengalami luka-luka memperoleh pelayanan medis secara maksimal. Pemulihan hak-hak para korban beserta keluarganya juga harus dijamin secara menyeluruh.

“Mendesak pemerintah untuk memastikan agar para korban luka segera mendapatkan penanganan medis yang maksimal, serta menjamin upaya pemulihan hak-hak korban dan keluarganya secara komprehensif,” beber Anis.

Komnas HAM turut mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan tidak memperkeruh situasi. Semua pihak diharapkan mendukung proses pengungkapan fakta yang dilakukan secara objektif dan transparan.

“Meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif serta transparan demi tegaknya keadilan dan hak asasi manusia,” pungkasnya.

Bentrokan Dipicu Penertiban Bendera Bulan Bintang

Sebelumnya, bentrokan antara personel TNI AD dari Kodim 0102/Pidie dan warga terjadi ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung di Meunasah Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026).

Insiden tersebut diduga bermula dari upaya penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di lokasi kegiatan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa sebelum penertiban dilakukan, aparat TNI-Polri telah lebih dahulu mengupayakan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara.

Namun, upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan karena pihak panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.

Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan. Sejumlah orang dilaporkan melemparkan batu dan kayu ke arah personel TNI. Beberapa orang lainnya juga disebut membawa senjata tajam.

Berdasarkan keterangan TNI AD, aparat kemudian melakukan pengamanan secara bertahap. Tindakan tersebut diawali dengan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan munisi karet.

Akibat peristiwa itu, seorang warga bernama Abzalul Riza meninggal dunia, sementara belasan warga lainnya mengalami luka-luka. Selain warga, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.

 

dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *