majalahsuaraforum.com-Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani secara terbuka menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merupakan penjahat perang.
Pernyataan tersebut disampaikan Al Thani saat dirinya mengikuti wawancara bersama pembawa acara asal Inggris, Piers Morgan. Dalam wawancara itu, Al Thani mendapat pertanyaan secara langsung mengenai pandangannya terhadap Netanyahu.
Ketika ditanya apakah dirinya menganggap Netanyahu sebagai penjahat perang, Al Thani memberikan jawaban tegas bahwa ia memiliki pandangan tersebut. Pernyataan itu kemudian dikutip oleh Middle East Monitor pada Rabu (30/9/2026).
Al Thani juga menyoroti respons militer Israel di Jalur Gaza setelah serangan yang terjadi pada 7 Oktober 2023. Menurutnya, tidak terdapat pembenaran yang dapat digunakan untuk membenarkan tindakan militer Israel di Gaza.
Meski demikian, Al Thani tetap menyatakan bahwa Qatar mengutuk serangan 7 Oktober 2023 dan menyebutnya sebagai sebuah pembantaian. Namun, ia menilai serangan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan operasi militer Israel yang berlangsung setelahnya di Gaza.
Dalam kapasitasnya sebagai Perdana Menteri Qatar, Al Thani menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai kejahatan perang. Ia juga menegaskan bahwa pihak yang dianggap bertanggung jawab atas tindakan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban.
Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan antara Qatar dan pemerintah Israel masih diwarnai ketegangan terkait perang di Gaza. Di tengah konflik tersebut, Qatar tetap memainkan peran sebagai mediator dalam berbagai upaya perundingan antara Israel dan Hamas.
Dalam wawancara sebelumnya, Al Thani juga menuduh Israel menjadi pihak yang menghambat upaya penerapan rencana gencatan senjata di Gaza.
Sementara itu, Qatar membantah tuduhan dari Israel yang menyebut Doha memberikan dukungan kepada sayap militer Hamas. Pemerintah Qatar secara tegas menolak tuduhan tersebut.(red)











