Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026). Guncangan kuat tersebut memicu kepanikan di berbagai wilayah, membuat warga berbondong-bondong meninggalkan bangunan untuk menyelamatkan diri.
Dalam situasi panik, sejumlah warga bahkan keluar dari rumah tanpa sempat mengenakan pakaian. Sebagian lainnya dilaporkan nekat melompat dari lantai dua rumah demi segera menyelamatkan diri.
“Orang-orang berlari keluar dalam keadaan telanjang, orang-orang melompat dari lantai dua rumah mereka,” kata Wilmer Cuesta, seorang mahasiswa di Kota Quibdo, dikutip dari AFP, Selasa (11/8/2026).
Gempa terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat atau pukul 19.30 WIB dan dirasakan di sejumlah kota, termasuk wilayah penghasil kopi serta kawasan Pasifik Kolombia.
Hingga Selasa pagi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 111 orang. Sementara itu, lebih dari 1.500 bangunan mengalami kerusakan. Tim penyelamat masih melakukan pencarian karena sejumlah korban diduga masih tertimbun material bangunan yang runtuh.
Tim Penyelamat Sisir Puing dengan Peralatan Sederhana Upaya pencarian korban terus dilakukan oleh tim penyelamat bersama sukarelawan. Dalam kondisi terbatas, mereka menyisir reruntuhan menggunakan tangan, ember, beliung, serta peralatan sederhana lainnya.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella yang baru tiga hari menjabat telah menetapkan keadaan darurat. Pemerintah berjanji mengerahkan berbagai upaya untuk menangani dampak bencana sekaligus menyelamatkan warga yang masih terjebak.
Di Cali, para sukarelawan langsung bergabung dengan tim darurat. Mereka menggunakan peralatan seadanya dan tangan mereka untuk mengangkat material bangunan demi menemukan korban yang masih hidup.
Salah seorang sukarelawan, Andres Felipe Mejia, mengatakan seluruh tim berupaya menyelamatkan sebanyak mungkin korban.
“Salah satu petugas penyelamat meminta siapa pun yang terjebak untuk bersiul, dan seseorang membalas siulan tersebut,” ujarnya.
Upaya tersebut kemudian membuahkan hasil. Tim berhasil menemukan dan mengeluarkan seorang pria serta seorang bayi dari reruntuhan. Namun, proses pencarian belum selesai karena istri pria tersebut masih berada di dalam bangunan.
“Mereka berhasil mengeluarkan seorang pria dan seorang bayi, tetapi istrinya masih di dalam,” katanya di dekat sebuah gedung bertingkat yang rata dengan tanah.
Relawan Bentuk Rantai Manusia Para penyelamat kemudian membentuk rantai manusia untuk memindahkan batu bata dan material reruntuhan secara bertahap. Mereka bahkan menghentikan aktivitas setiap beberapa menit untuk mendengarkan kemungkinan suara dari korban yang masih terjebak di bawah puing.
Keterlibatan masyarakat juga terlihat di sejumlah lokasi. Warga datang membawa makanan dan berbagai kebutuhan untuk membantu petugas pemadam kebakaran serta masyarakat yang terdampak.
“Banyak orang datang membawa perbekalan, makanan, membantu petugas pemadam kebakaran, membantu masyarakat,” katanya.
Kerusakan parah terlihat di berbagai wilayah. Sejumlah perabot rumah tangga dan kain terlihat terjepit di antara beton. Dinding dan lantai bangunan runtuh dalam posisi tidak beraturan, sedangkan kabel listrik berserakan di sejumlah ruas jalan.
Bencana ini terjadi kurang dari dua bulan setelah dua gempa besar mengguncang negara tetangga, Venezuela. Bencana tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 6.300 orang dan membuat puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal.
Rumah Sakit Siaga Merah, Bandara Tutup Sebagai langkah penanganan darurat, rumah sakit di lima kota Kolombia diberlakukan dalam status siaga merah pada Senin. Pemerintah setempat juga memberlakukan jam malam di Cali.
Selain itu, sedikitnya enam bandara lokal menghentikan sementara kegiatan operasionalnya berdasarkan informasi dari badan penerbangan sipil.
Penyanyi pop asal Kolombia, Shakira, turut menyampaikan seruan agar masyarakat bersatu menghadapi bencana tersebut.
“Seluruh kekuatan dan cintaku untuk tanah airku. Mari kita saling berpegangan erat,” katanya.
Otoritas memperingatkan jumlah korban meninggal dunia masih berpotensi bertambah. Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah bangunan yang runtuh sehingga kemungkinan ditemukannya korban lain masih terbuka.
Di Manizales, jurnalis AFP melaporkan banyak bangunan mengalami kerusakan. Salah satunya adalah menara katedral bergaya neo-Gotik yang menjadi salah satu ikon kota tersebut dan dilaporkan runtuh akibat gempa.
Warga Berdoa di Tengah Kepanikan Dokter gigi Julian Pena sedang berada di kediamannya di Quibdo ketika gempa kuat terjadi. Ia menyaksikan langsung kepanikan warga setelah guncangan melanda.
Menurutnya, sejumlah orang terlihat berdoa di jalan ketika situasi berubah menjadi mencekam.
“Saya berlari keluar tanpa membawa apa pun dan menemukan ratusan orang di sana,” katanya.
Guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah Kolombia, termasuk ibu kota Bogota. Warga bergegas keluar dari bangunan menuju jalan, dengan sebagian di antaranya masih mengenakan pakaian tidur.
Gempa tersebut tercatat berpusat pada kedalaman sekitar 110 kilometer atau 68 mil. Getarannya juga dirasakan hingga negara tetangga, yakni Ekuador dan Panama.
Para ahli dari Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan gempa tersebut kemungkinan berkaitan dengan pergerakan di sepanjang patahan dalam pada lempeng tektonik Nazca.
Sebagai bagian dari respons terhadap situasi bencana, seluruh pertandingan sepak bola profesional yang telah dijadwalkan dalam waktu dekat juga ditunda.
Red.











