majalahsuaraforum.com – Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), salah satunya melalui Program Sekolah Rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, guna meninjau langsung pelaksanaan program pendidikan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
“Salah satu tugas Kementerian Keuangan adalah memastikan ketersediaan anggaran agar program tersebut dapat berjalan optimal,” kata Purbaya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Purbaya berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memperoleh pendidikan yang layak, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka peluang mobilitas sosial yang lebih baik di masa depan.
Pendidikan Dinilai sebagai Investasi Jangka Panjang Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Keuangan juga melakukan peninjauan terhadap efektivitas penggunaan anggaran negara di sektor pendidikan. Purbaya menegaskan bahwa belanja pendidikan tidak semata-mata merupakan pengeluaran pemerintah, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menilai Program Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas, gratis, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program tersebut juga diharapkan mampu membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Fasilitas Sekolah Terintegrasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas sekitar 6,6 hektare. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak pembangunan sekitar Rp3,52 triliun dengan pagu anggaran sebesar Rp3,82 triliun.
Hingga saat ini, realisasi anggaran untuk penataan dan pembangunan kawasan pendidikan tersebut telah mencapai sekitar Rp3,21 triliun.
Kawasan pendidikan itu mengusung konsep terintegrasi yang menyatukan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu lingkungan. Selain mengikuti pembelajaran formal di ruang kelas, seluruh peserta didik juga tinggal di asrama yang telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung proses pendidikan sekaligus pembentukan karakter.
Selama peninjauan, Purbaya meninjau langsung berbagai fasilitas yang digunakan para siswa, mulai dari area asrama hingga ruang belajar. Ia juga memeriksa kelayakan sarana pendukung seperti furnitur, sistem sirkulasi udara, serta kesiapan meja dan perlengkapan belajar guna memastikan seluruh fasilitas dapat mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Lan.











