majalahsuaraforum.com – Pemerintah memberikan penjelasan terkait batalnya kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia yang dijadwalkan berlangsung di Kazan, Rusia. Menurut Istana, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk komunikasi dan pertemuan yang sebelumnya telah dilakukan Presiden dengan para pemimpin negara sahabat.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sebelumnya telah melakukan sejumlah pertemuan penting dengan para pemimpin negara-negara ASEAN. Dalam berbagai forum tersebut, banyak isu strategis yang telah dibahas secara langsung sehingga komunikasi antarnegara tetap berjalan dengan baik.
“Yang kedua juga dengan para pimpinan tinggi di negara-negara ASEAN beberapa waktu yang lalu juga beliau hadir di Filipina banyak juga yang sudah didiskusikan,” ujar dia.
Selain komunikasi intensif dengan negara-negara ASEAN, pemerintah juga menilai hubungan bilateral Indonesia dengan Rusia tetap terjaga melalui berbagai jalur diplomasi yang telah dilakukan sebelumnya. Salah satu momen penting adalah pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang berlangsung pada April lalu.
Menurut Prasetyo, dalam pertemuan tersebut kedua kepala negara telah membahas berbagai agenda kerja sama yang menjadi kepentingan bersama. Hasil pembicaraan tersebut bahkan telah memasuki tahap tindak lanjut teknis oleh kementerian dan lembaga terkait di kedua negara.
“Termasuk kalau berkenaan dengan hubungan bilateral dengan negara sahabat, terutama Rusia, beberapa waktu yang lalu kan juga beliau sudah bertemu dengan Presiden Putin dan membicarakan banyak hal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejumlah kesepakatan dan komitmen kerja sama yang lahir dari pertemuan tersebut kini terus diproses oleh jajaran teknis pemerintah agar dapat segera direalisasikan.
“Dan dari beberapa hal yang komitmen kerja sama juga sudah ada beberapa yang ditindaklanjuti secara teknis,” jelas Prasetyo.
Pemerintah memastikan bahwa ketidakhadiran Presiden Prabowo dalam KTT ASEAN-Rusia tidak akan memengaruhi hubungan baik antara Indonesia dan Rusia maupun kerja sama yang telah dibangun selama ini. Berbagai agenda bilateral yang telah disepakati tetap berjalan sesuai rencana melalui koordinasi antarinstansi dan jalur diplomatik yang tersedia.
Di sisi lain, Indonesia juga terus menjaga komunikasi aktif dengan negara-negara anggota ASEAN dalam berbagai forum regional. Pemerintah menilai sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian kawasan telah dibahas dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya sehingga hubungan dan kerja sama antarnegara tetap dapat berlangsung secara efektif.
Dengan demikian, meskipun Presiden Prabowo tidak menghadiri KTT ASEAN-Rusia kali ini, pemerintah menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan dengan Rusia dan negara-negara ASEAN tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia.
Red.











