majalahsuaraforum.com – PDI Perjuangan (PDIP) tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan terhadap hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan Partai Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi, sementara PDIP berada di posisi kedua.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan hasil survei pada dasarnya hanya menggambarkan kondisi dan persepsi masyarakat dalam periode tertentu. Menurutnya, kondisi politik menjelang Pemilu 2029 masih sangat dinamis karena pelaksanaan pesta demokrasi tersebut masih cukup lama.
“Survei ini potret sesaat, pemilu masih jauh, dinamika sampai dengan pemilu masih sangat mungkin berubah,” ucap Andreas, Senin (10/8/2026).
Andreas juga menyoroti aspek metodologi pertanyaan dalam survei. Ia melihat terdapat perbedaan antara pertanyaan mengenai partai politik yang dipilih masyarakat dengan kecenderungan pemilih dalam menentukan calon anggota legislatif (caleg).
Menurutnya, apabila sistem pemilu yang digunakan pada 2029 masih sama dengan sistem sebelumnya, faktor pilihan terhadap caleg juga menjadi hal penting yang harus diperhitungkan.
Ia menilai kecenderungan masyarakat menentukan pilihan berdasarkan figur caleg semakin terlihat dari pelaksanaan pemilu ke pemilu. Karena itu, elektabilitas partai yang diukur melalui pertanyaan pilihan partai belum tentu secara langsung mencerminkan hasil pemilu nantinya.
“Sedangkan pertanyaan survei adalah pilihan pada partai. Sehingga masih banyak faktor yang akan menjadi variabel pengubah hasil-hasil survei,” tuturnya.
PDIP Tidak Menjadikan Satu Survei sebagai Patokan Ketika ditanya mengenai optimisme PDIP menghadapi Pemilu 2029 setelah elektabilitas Gerindra berada di atas partainya, Andreas kembali menegaskan bahwa hasil survei tidak selalu menggambarkan kondisi politik secara utuh.
Menurutnya, penilaian terhadap posisi PDIP akan lebih tepat dilakukan apabila partainya sendiri memiliki hasil survei yang dapat dijadikan pembanding.
“Kalau PDI Perjuangan membuat survei baru bisa saya membuat penilaian. Karena kita tahu, hasil survei juga sering tergantung siapa yang membuat, siapa yang memesan survei tersebut. Ada hasil survei yang diumumkan, ada hasil survei yang tidak diumumkan,” tandasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PDIP belum menjadikan hasil survei IPO sebagai tolok ukur utama untuk menentukan posisi politik partai menjelang Pemilu 2029.
Andreas menilai masih banyak faktor yang dapat memengaruhi perubahan elektabilitas partai sebelum pemilu berlangsung, termasuk perkembangan politik, dinamika masyarakat, figur calon legislatif, serta isu-isu yang berkembang mendekati hari pemungutan suara.
Gerindra Tempati Posisi Teratas Sebelumnya, hasil survei terbaru IPO menunjukkan Partai Gerindra berhasil menempati posisi pertama dalam tingkat elektabilitas partai politik.
Gerindra menggeser PDIP yang dalam sejumlah survei sebelumnya kerap berada di posisi teratas.
Survei tersebut dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden.
Peneliti IPO Dedi menyebut Gerindra masih menjadi partai yang paling banyak dipilih responden meskipun elektabilitasnya mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan periode survei sebelumnya.
“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” ujar Dedi dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Minggu (9/8/2026).
Berdasarkan hasil survei IPO, Gerindra memperoleh elektabilitas sebesar 17,5 persen. Sementara itu, PDIP berada di posisi kedua dengan angka 12,8 persen.
Partai Golkar menempati posisi berikutnya dengan elektabilitas 10,4 persen. Setelah itu terdapat Partai Demokrat dengan 8,1 persen dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 7 persen.
Partai Amanat Nasional (PAN) tercatat memperoleh elektabilitas 5,1 persen. Kemudian PKS sebesar 4,6 persen, NasDem 4,4 persen, PSI 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, serta Partai Gerakan Rakyat sebesar 0,5 persen.
Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih panjang, PDIP menilai hasil survei saat ini belum dapat dijadikan gambaran final mengenai peta kekuatan partai politik. Dinamika politik yang masih akan berlangsung dinilai berpotensi mengubah tingkat elektabilitas masing-masing partai hingga pemilu digelar.
Dw.











