Home / Kabar Berita / Malaysia Evaluasi Teknologi Scanner Bandara Usai Pilot Ditangkap Bawa 26 Kg Narkoba

Malaysia Evaluasi Teknologi Scanner Bandara Usai Pilot Ditangkap Bawa 26 Kg Narkoba

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Malaysia membuka kemungkinan meningkatkan teknologi pemeriksaan di sejumlah bandara di seluruh negeri, termasuk Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperketat keamanan sekaligus meningkatkan kemampuan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang.

Wacana peningkatan peralatan pemeriksaan muncul setelah kasus penangkapan seorang pilot asal Malaysia berinisial MS di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Indonesia, pada Selasa (28/7/2026).

Pilot tersebut ditangkap karena kedapatan membawa 70.114 butir ekstasi dengan berat sekitar 26 kilogram. Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik di Malaysia maupun Indonesia karena melibatkan warga negara Malaysia dan terjadi di tengah sorotan terhadap pengamanan bandara.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail mengatakan pemerintah tidak menutup kemungkinan menggunakan peralatan pemeriksaan terbaru yang mengikuti perkembangan teknologi, khususnya di pintu-pintu masuk utama negara.

“Kami selalu terbuka terhadap ide-ide untuk mengadopsi semua jenis peralatan baru,” kata Saifuddin, dikutip dari Malay Mail, Senin (10/8/2026).

Menurut Saifuddin, perangkat scanner yang saat ini digunakan di bandara Malaysia masih berfungsi dengan baik. Peralatan tersebut juga dinilai mempunyai kemampuan untuk mendeteksi barang-barang berbahaya maupun berbagai material yang dilarang.

Namun, pemerintah tidak ingin hanya mengandalkan teknologi yang digunakan saat ini. Perkembangan teknologi pemeriksaan membuat Malaysia perlu mempertimbangkan penggunaan peralatan yang memiliki kemampuan lebih tinggi.

“Apakah kita akan tetap menggunakan mesin yang ada ke depannya? Tentu tidak, karena ada berbagai jenis peralatan yang tersedia untuk pemeriksaan di titik masuk bandara yang jauh lebih canggih dan memiliki kemampuan yang lebih besar,” tambahnya.

Persoalan keamanan di bandara Malaysia kembali menjadi perhatian setelah beberapa kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan warga Malaysia terungkap dalam beberapa waktu terakhir.

Kasus pilot yang ditangkap di Indonesia turut memperbesar sorotan terhadap sistem pengawasan dan pemeriksaan di pintu-pintu masuk Malaysia. Pemerintah pun dinilai perlu memastikan sistem keamanan mampu mengikuti pola kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.

Saifuddin menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap bagasi penumpang di bandara merupakan kewenangan tim Keamanan Penerbangan atau Aviation Security (AVSEC).

Ia juga memastikan prosedur pemeriksaan yang diterapkan di bandara-bandara Malaysia telah mengacu pada standar internasional yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO).

Dengan demikian, evaluasi terhadap peralatan pemeriksaan bukan berarti sistem keamanan yang selama ini diterapkan tidak berjalan, melainkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan deteksi seiring perkembangan teknologi dan pola penyelundupan.

Sebelumnya, Raja Malaysia Sultan Ibrahim telah memerintahkan agar sistem keamanan diperkuat di seluruh bandara serta sejumlah pintu masuk negara lainnya.

Perintah tersebut diberikan sebagai langkah untuk mencegah penyelundupan narkoba sekaligus memperketat pengawasan terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas batas yang dapat mengancam keamanan Malaysia.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh