Home / Ekonomi / DEN Imbau Masyarakat Kurangi Konsumsi BBM di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

DEN Imbau Masyarakat Kurangi Konsumsi BBM di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

majalahsuaraforum.com — Dewan Energi Nasional (DEN) meminta masyarakat Indonesia untuk mulai melakukan penghematan penggunaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipatif untuk mengurangi dampak gejolak geopolitik internasional terhadap ketahanan energi nasional, terutama karena Indonesia masih memiliki ketergantungan pada impor BBM.

Dorongan Efisiensi Energi di Masyarakat Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menegaskan bahwa perubahan perilaku konsumsi energi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas energi nasional. Menurutnya, efisiensi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kebiasaan berkendara hingga pemanfaatan transportasi umum.

“Kita meminta masyarakat untuk melakukan efisiensi. Ya bermobil berkendara dengan efisien dengan cara-cara efisien memaksimalkan penggunaan daripada transportasi publik. Ya, itu sudah mengurangi konsumsi. Insyaallah bagi mereka yang mampu untuk membeli mobil listrik, gunakanlah mobil listrik itu dengan baik,” ujar Satya, Selasa (12/5/2026).

Ia menambahkan bahwa pengurangan konsumsi BBM secara langsung akan berdampak pada berkurangnya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi yang selama ini masih cukup besar.

“Dengan demikian, konsumsi daripada BBM itu bisa ditekan jauh. Ketergantungan kita pada impor juga pasti akan berkurang,” ujarnya.

Ketahanan Energi Masih dalam Kondisi Aman Di tengah meningkatnya tensi global, DEN memastikan bahwa kondisi ketahanan energi nasional masih tergolong aman. Saat ini, indeks ketahanan energi Indonesia berada pada angka 7,13 dari skala maksimal 10.

Selain itu, cadangan operasional BBM nasional juga dilaporkan masih mencukupi, yakni berada pada kisaran 21 hingga 28 hari konsumsi.

Langkah Mitigasi Pemerintah Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan energi secara ekstrem. Salah satunya melalui regulasi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2016 yang menjadi dasar penanganan kondisi darurat energi.

Regulasi tersebut memungkinkan pemerintah mengambil langkah cepat jika terjadi krisis yang berdampak pada distribusi energi nasional.

Strategi Jangka Panjang Ketahanan Energi Untuk jangka panjang, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan produksi energi dalam negeri, pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) baru, serta percepatan pemanfaatan energi alternatif.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional di tengah ketidakpastian pasar energi global dan dinamika geopolitik internasional yang terus berubah.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh