Home / Ekonomi / Harga Nilam Aceh Mengalami Kenaikan Bertahap, Pengaruh Musiman Dinilai Jadi Faktor Utama

Harga Nilam Aceh Mengalami Kenaikan Bertahap, Pengaruh Musiman Dinilai Jadi Faktor Utama

majalahsuaraforum.com – Harga komoditas nilam asal Aceh mulai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, harga nilam berada di kisaran Rp850 ribu hingga Rp900 ribu per kilogram. Meski mengalami kenaikan, kondisi tersebut dinilai masih berada dalam batas normal dan belum dipicu oleh situasi geopolitik internasional.

Kenaikan harga nilam itu mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan peneliti minyak atsiri di Aceh. Kepala Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala, Syaifullah Muhammad, mengatakan bahwa perubahan harga yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi oleh siklus tahunan yang memang biasa terjadi dalam perdagangan nilam.

Menurutnya, fluktuasi harga nilam setiap tahun umumnya terbagi dalam beberapa fase, mulai dari harga rendah, menengah, hingga tinggi. Saat ini, harga dinilai sedang memasuki fase menengah atau middle price.

“Kalau menurut saya ini karena memang periodenya pada harga middle. Biasanya tiap tahun ada tiga kloter harga, yaitu rendah, sedang, dan tinggi,” kata Syaifullah seperti dikutip dari AJNN, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa pola tersebut sudah berlangsung cukup lama dalam industri nilam Aceh. Karena itu, kenaikan harga yang terjadi saat ini belum dapat dikategorikan sebagai lonjakan luar biasa ataupun akibat ketegangan ekonomi global.

Selain faktor musim, permintaan pasar juga disebut menjadi salah satu unsur yang memengaruhi pergerakan harga komoditas minyak atsiri tersebut. Namun hingga kini, kondisi perdagangan nilam Aceh masih dianggap relatif stabil dibanding komoditas ekspor lainnya.

Nilam Aceh sendiri dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia di sektor minyak atsiri. Produk ini banyak digunakan sebagai bahan baku industri parfum, kosmetik, hingga aromaterapi di pasar internasional.

Para pelaku usaha berharap tren kenaikan harga tersebut dapat terus berlanjut sehingga memberi dampak positif bagi petani nilam di berbagai daerah penghasil di Aceh. Meski demikian, para peneliti mengingatkan agar masyarakat dan pelaku usaha tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kenaikan harga saat ini dipicu faktor geopolitik global.

Dengan kondisi harga yang mulai membaik, sektor nilam Aceh diharapkan kembali bergairah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat produksi minyak nilam terbesar di Indonesia.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh