Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan meninjau proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Iran. Meski demikian, ia mengaku ragu usulan tersebut dapat diterima dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social, di mana ia menyoroti rekam jejak Iran dalam dinamika geopolitik global.
“Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan itu akan diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir,” tulisnya.
Proposal 14 Poin dari Iran Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa Teheran telah mengajukan proposal perdamaian yang terdiri dari 14 poin kepada mediator internasional. Rencana tersebut diklaim bertujuan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Namun hingga kini, rincian lengkap isi proposal tersebut belum diungkap secara resmi ke publik.
Respons AS Jadi Penentu Sikap Amerika Serikat dinilai akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah negosiasi ke depan. Keraguan dari Trump mencerminkan masih rendahnya tingkat kepercayaan terhadap komitmen Iran.
Selain itu, hubungan kedua negara selama puluhan tahun memang diwarnai ketegangan, termasuk terkait isu nuklir, sanksi ekonomi, dan konflik regional.
Tantangan Menuju Perdamaian Di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil, upaya mencapai kesepakatan damai antara Iran dan pihak-pihak terkait masih menghadapi berbagai hambatan.
Faktor kepercayaan, kepentingan strategis, serta tekanan politik domestik masing-masing negara menjadi tantangan utama dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Red.











