majalahsuaraforum.com — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menetapkan target politik untuk meraih dua kursi di DPR dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Pemilu 2029. Target tersebut disampaikan dalam agenda rapat koordinasi wilayah (rakorwil) sekaligus pelantikan pengurus DPW PSI NTB di Mataram.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, pada Sabtu (2/5/2026). Acara dihadiri ratusan kader PSI dari berbagai kabupaten dan kota di NTB, serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan figur politik baru yang turut bergabung.
Para peserta tampak mengenakan atribut khas PSI berwarna putih-hitam dengan logo gajah di bagian dada kiri. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal partai untuk memperkuat arah politik menuju Pemilu 2029.
Konsolidasi struktur hingga tingkat bawah Dalam sambutannya, Kaesang Pangarep menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Ia menyebut bahwa kekuatan partai sangat ditentukan oleh soliditas organisasi di lapisan bawah.
“Kalau organisasi kuat hingga akar rumput, maka gerak partai akan hidup. Kalau ada hambatan dalam pembentukan struktur, sampaikan berjenjang supaya bisa kita bantu selesaikan bersama,” ujar Kaesang Pangarep.
Ia juga menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat PSI akan terus mendukung percepatan pembentukan struktur organisasi di NTB sebagai bagian dari strategi memperkuat basis politik partai di daerah.
Target politik PSI NTB Dalam agenda tersebut, PSI NTB menetapkan target memperoleh dua kursi DPR pada Pemilu 2029. Rinciannya, masing-masing satu kursi berasal dari Pulau Lombok dan satu dari Pulau Sumbawa.
Selain itu, PSI juga menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD Provinsi NTB, termasuk membuka peluang menduduki posisi pimpinan dewan.
Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, menyampaikan bahwa penguatan struktur organisasi menjadi fondasi utama dalam mencapai target tersebut. Ia menyebut struktur partai di tingkat kecamatan hampir rampung, sementara pembentukan di tingkat desa masih dalam proses penyelesaian.
“Dengan kekuatan organisasi yang semakin matang, kami optimistis PSI NTB mampu menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan pada 2029,” kata Lalu Budi Suryata.
Hadirkan tokoh lintas daerah Rakorwil dan pelantikan pengurus ini juga menjadi momen bergabungnya sejumlah tokoh NTB ke dalam PSI. Di antaranya Rais Ishak, AA Ketut Agung Oka Kartha Wirya, Lalu Mahdarain, Gaziamansyuri, TGH Ahmad Mustanir, Multazam, dan I Gede Wenten.
Kehadiran tokoh lintas latar belakang tersebut disebut sebagai bagian dari strategi PSI untuk memperluas basis dukungan politik di NTB menjelang kontestasi Pemilu 2029.
Penguatan basis dan konsolidasi berkelanjutan PSI menegaskan bahwa konsolidasi organisasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk penguatan struktur hingga tingkat desa. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat posisi partai dalam persaingan politik nasional, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Dengan strategi tersebut, PSI menargetkan peningkatan signifikan baik dalam perolehan kursi legislatif maupun pengaruh politik di daerah pada pemilu mendatang.
Dw.











