majalahsuaraforum.com — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa dunia industri kreatif, termasuk sektor teknologi dan gim, kini semakin terbuka bagi perempuan. Ia menilai anggapan lama yang menyebut bidang tersebut didominasi laki-laki mulai bergeser seiring meningkatnya prestasi perempuan di tingkat global.
Pernyataan itu disampaikan Irene dalam ajang Women’s Inspiration Awards 2026 yang digelar di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Kamis (30/4/2026) malam.
Perempuan Kian Tampil di Panggung Internasional Dalam kesempatan tersebut, Irene mengungkapkan bahwa perubahan paradigma di industri kreatif terjadi cukup signifikan. Perempuan kini tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga mampu bersaing dan meraih prestasi tinggi.
Ia mencontohkan keberhasilan tim perempuan Indonesia yang berhasil meraih juara pertama dalam ajang Esports World Championship. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa peluang di industri kreatif tidak dibatasi oleh gender.
Kreativitas Lebih Penting dari Gender Irene menegaskan bahwa dalam dunia kreatif, faktor utama yang menentukan keberhasilan adalah kemampuan dan kemauan untuk berkarya, bukan jenis kelamin.
“Dan satu hal adalah di dunia kreatif ini tidak memandang perempuan atau laki-laki, yang penting bisa berkreasi dan mau berkreasi, itu pasti ada lapangannya. Dan buat para perempuan di luar sana, satu saja tipsnya, bukan hanya percaya diri, tapi juga harus bergandengan tangan, bareng-bareng kita step into the light and shine,” urai Irene di momen talkshow, Kamis (30/4/2026) malam.
Ia juga menyoroti bahwa meskipun masih ada persepsi bahwa dunia teknologi dan gim lebih dekat dengan laki-laki, kenyataannya sektor tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kontribusi perempuan.
Kesempatan Terbuka Lebar bagi Semua Lebih lanjut, Irene menyampaikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di industri kreatif. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berinovasi serta konsistensi dalam berkarya.
Ia menekankan pentingnya menghilangkan batasan-batasan yang bersifat stereotip, agar setiap orang dapat berkontribusi secara maksimal tanpa merasa terhambat oleh faktor non-teknis seperti gender.
Dorong Kolaborasi dan Solidaritas Selain kepercayaan diri, Irene juga mengajak perempuan untuk saling mendukung dan membangun kolaborasi. Ia menilai solidaritas menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi perempuan di industri kreatif.
Pesan tersebut disampaikan sebagai dorongan moral agar perempuan tidak ragu menunjukkan potensi dan berani tampil di berbagai bidang kreatif.
Harapan untuk Industri Kreatif Indonesia Dengan meningkatnya partisipasi perempuan dan semangat kolaborasi, Irene optimistis industri ekonomi kreatif Indonesia akan semakin berkembang. Ia berharap ekosistem yang inklusif dapat terus dibangun sehingga mampu bersaing di tingkat global.
Menurutnya, ketika kepercayaan diri dan kerja sama berjalan beriringan, industri kreatif nasional akan menjadi lebih kuat, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian.
Aan.










