majalahsuaraforum.com – Prestasi membanggakan ditorehkan pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang berhasil meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Grand Prix Brasil 2026. Hasil ini menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia balap Tanah Air, dengan berkibarnya Merah Putih di podium kelas Moto3.
Balapan yang digelar di Autodromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna berlangsung penuh drama. Veda yang memulai lomba dari posisi keempat harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk insiden kecelakaan yang melibatkan pembalap Scott Ogden dan memaksa balapan dihentikan sementara dengan bendera merah.
Setelah lintasan dinyatakan aman, balapan dilanjutkan dengan format restart yang menyisakan lima lap. Situasi ini meningkatkan tekanan bagi seluruh pembalap karena tidak ada ruang untuk kesalahan.
Pada momen restart, Veda sempat turun ke posisi ke-10. Namun, dengan ketenangan dan strategi yang matang, ia perlahan memperbaiki posisinya. Memasuki lap-lap akhir, Veda berhasil menembus barisan depan dan terus memberikan tekanan kepada para pesaingnya.
Di lap terakhir, melalui manuver yang presisi, ia sukses menyalip rivalnya dan mengamankan posisi ketiga hingga garis finis.
Usai balapan, Veda mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut, sekaligus mengakui tantangan yang dihadapinya selama lomba.
“Hari ini saya menjalani balapan dengan baik. Sebelum bendera merah dikibarkan, saya sejujurnya mengalami sedikit kesulitan untuk menjaga daya cengkeram ban belakang. Namun, setelah restart, saya mencoba habis-habisan. Akhirnya saya bisa finis di tiga besar dalam balapan kedua saya di Moto3. Ini merupakan pencapaian terbesar saya sejauh ini,” ujar Veda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia, sponsor, dan keluarganya atas dukungan yang diberikan.
”Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, dan keluarga saya. Ini luar biasa,” tambahnya.
Peran Mandalika dalam Pembinaan Keberhasilan ini tidak lepas dari proses pembinaan yang telah dijalani Veda sebelumnya. Ia diketahui kerap menjalani latihan intensif di Pertamina Mandalika International Circuit, yang dinilai berperan penting dalam membentuk kemampuan teknis dan mental bertandingnya.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Direktur Utama InJourney, Maya Watono. Ia menyatakan komitmen untuk terus mendukung pembalap nasional agar mampu bersaing di level internasional.
“InJourney berkomitmen menjadi bagian dari support system yang terus mendorong pembalap lokal agar bisa berbicara banyak di level global. Veda adalah bukti nyata bahwa kita bisa bersaing,” tegas Maya.
Hal senada juga disampaikan oleh Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar. Ia menilai kawasan Mandalika telah berkembang menjadi ekosistem sportainment yang mampu melahirkan talenta kelas dunia.
“The Mandalika bukan sekadar sirkuit, tapi ekosistem sportainment yang mampu melahirkan talenta motorsport kelas dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan dalam mencetak prestasi seperti yang diraih Veda.
Tantangan Berikutnya Hasil di Brasil menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi seri berikutnya di Amerika Serikat. Dengan performa yang terus meningkat, harapan publik Indonesia terhadap kiprahnya di ajang Moto3 pun semakin besar.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa dengan dukungan ekosistem yang tepat dan kerja keras, pembalap Indonesia mampu bersaing dan meraih prestasi di panggung balap dunia.
Jay.











