majalahsuaraforum.com — Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, berhasil memastikan langkah ke babak utama Thailand Open 2026 setelah tampil impresif pada babak kualifikasi yang berlangsung di Bangkok, Selasa (12/5/2026).
Pada pertandingan pertama babak kualifikasi, Thalita sukses menaklukkan wakil Myanmar, Thet Htar Thuzar, dalam dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-14.
Performa positif itu berlanjut pada laga final kualifikasi saat Thalita menghadapi pebulu tangkis asal Chinese Taipei, Chen Su Yu. Dalam duel sengit tiga gim, wakil Indonesia tersebut mampu menang dengan skor 21-8, 11-21, dan 21-19.
Kemenangan tersebut diraih lewat perjuangan keras setelah Thalita sempat tertinggal 16-19 pada gim penentuan. Namun, ia mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga memastikan tiket ke babak utama.
“Alhamdulillah hari ini di kualifikasi bisa menang dua-duanya dan masuk ke babak utama. Pertandingan pagi tadi lawannya cukup bagus, relinya ulet, dan yang kedua ini juga tidak mudah,” ujar Thalita.
Ia mengaku mencoba bermain lebih tenang ketika tertinggal pada gim ketiga dan memilih fokus mengembalikan bola tanpa terlalu memaksakan permainan.
“Saat gim ketiga saya sempat tertinggal 16-19, tetapi dari situ saya coba terus melawan saja. Yang penting bolanya masuk dahulu, nothing to lose dan bermain aman tanpa terlalu memaksakan penempatan bola,” lanjutnya.
Thalita juga menyampaikan bahwa pengalaman tampil di Piala Uber memberinya banyak pelajaran dan motivasi untuk terus berkembang. Meski demikian, ia harus segera menyesuaikan kondisi fisik dan pola istirahat akibat perbedaan zona waktu setelah kembali dari ajang tersebut.
“Pastinya setelah pulang dari Piala Uber saya dapat banyak pelajaran dan motivasi. Namun, saya langsung fokus mengembalikan kondisi, terutama jam tidur karena perbedaan waktunya cukup jauh. Setelah itu fokus lagi untuk persiapan ke sini,” katanya.
Meski telah memastikan diri tampil di babak utama, Thalita memilih tetap fokus menjalani pertandingan satu demi satu tanpa memikirkan target terlalu jauh.
“Saya mau jalani satu per satu saja. Semua lawan tidak ada yang mudah,” tutupnya.
Jay.











