Home / Olahraga / Swiatek Melaju Mulus ke Semifinal Roma Open Usai Tumbangkan Pegula dengan Dominasi Penuh

Swiatek Melaju Mulus ke Semifinal Roma Open Usai Tumbangkan Pegula dengan Dominasi Penuh

majalahsuaraforum.com – Unggulan keempat turnamen Iga Swiatek kembali menunjukkan performa impresif saat memastikan langkahnya ke babak semifinal Internazionali BNL d’Italia 2026 di Roma. Dalam pertandingan perempat final, petenis asal Polandia tersebut berhasil menyingkirkan unggulan kelima Jessica Pegula dengan skor meyakinkan 6-1, 6-2 hanya dalam waktu satu jam tujuh menit.

Sejak awal laga, Swiatek tampil sangat dominan dan tidak memberi banyak ruang bagi Pegula untuk berkembang. Permainannya yang stabil dari baseline serta kontrol tempo yang rapi membuat lawannya kesulitan mengimbangi ritme pertandingan.

“Tentu saja saya sangat senang dengan pertandingan ini,” kata Swiatek dalam konferensi pers pascapertandingan dikutip dari WTA, Kamis.

“Sejak awal saya merasa bisa mendikte jalannya pertandingan. Secara taktik semuanya masuk akal. Saya merasakan bola dengan sangat baik. Saya hanya memanfaatkan kesempatan saya dan cukup percaya diri.”

Dalam aspek servis, Swiatek tampil sangat solid karena tidak menghadapi satu pun break point sepanjang pertandingan. Ia juga mencatat akurasi servis pertama sebesar 77,8 persen, dengan tingkat keberhasilan 77,1 persen pada poin servis pertama serta 60 persen pada servis kedua.

Sebaliknya, Jessica Pegula yang merupakan petenis peringkat lima dunia, mencatat 64,4 persen servis pertama masuk. Ia hanya mampu memenangkan 62,1 persen poin dari servis pertama dan bahkan hanya 12,5 persen pada servis kedua, yang menunjukkan tekanan besar dari permainan agresif Swiatek.

Menanggapi statistik tersebut, Swiatek memberikan pandangannya terkait karakter lapangan tanah liat yang menurutnya tidak terlalu bergantung pada servis semata.

“Jujur, saya merasa di lapangan tanah liat tidak ada banyak tekanan pada servis karena tidak mudah mendapatkan poin gratis,” ujar petenis Polandia itu.

“Saya tahu saya memiliki permainan baseline yang sangat bagus, jadi meskipun servis saya akan biasa saja dan tidak terlalu berpengaruh, saya tahu masih ada di tangan saya apa yang akan terjadi pada poin tersebut.”

Kemenangan ini juga memiliki arti penting bagi Swiatek karena menjadi kemenangan pertamanya musim ini atas pemain yang berada di peringkat 10 besar dunia. Sebelumnya, ia sempat mengalami tren negatif dengan enam kekalahan beruntun melawan pemain top 10, termasuk empat di antaranya terjadi pada tahun 2026, yang menjadi catatan kekalahan terpanjang dalam kariernya.

Meski demikian, catatan keseluruhan Swiatek tetap menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain elit di tur tenis dunia. Sejak debut profesionalnya pada 2019, ia telah mengoleksi 54 kemenangan atas pemain peringkat 10 besar, unggul dari petenis nomor satu dunia saat ini, Aryna Sabalenka, yang berada di bawahnya dalam statistik tersebut.

Secara head-to-head, Swiatek kini unggul 7-5 atas Pegula dan mencatat rekor sempurna 2-0 di lapangan tanah liat melawan petenis asal Amerika Serikat itu. Dari seluruh pertemuan mereka, enam dari tujuh kemenangan Swiatek terjadi dalam dua set langsung, menunjukkan konsistensi dominasinya atas Pegula.

Dengan hasil ini, Swiatek kini memperpanjang rekor impresifnya di Roma menjadi 25 kemenangan dan hanya 3 kekalahan sepanjang kariernya di turnamen tersebut. Ia juga telah tiga kali menjuarai ajang di ibu kota Italia itu, menjadikannya salah satu pemain paling sukses dalam sejarah modern turnamen tersebut.

Dalam catatan era Open, hanya legenda tenis seperti Chris Evert, Conchita Martinez, dan Gabriela Sabatini yang mencapai 25 kemenangan di Roma dengan jumlah pertandingan lebih sedikit, masing-masing hanya membutuhkan 27 laga untuk mencapai angka tersebut.

Swiatek sendiri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah terus melaju dan mendapatkan lebih banyak pertandingan di turnamen ini.

“Tujuannya adalah untuk memainkan pertandingan sebanyak mungkin. Saya sangat senang memiliki kesempatan untuk melakukan itu karena saya merasa tidak banyak bermain sama sekali, dibandingkan musim lalu,” ujarnya.

“Saya harap bisa memainkan dua pertandingan lagi di sini.”

Dengan performa dominan ini, Swiatek kini tinggal menunggu lawan di semifinal dan semakin dekat untuk kembali menambah gelar di salah satu turnamen lapangan tanah liat paling bergengsi di dunia.

Jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh