Home / Ekonomi / AS Siapkan Reasuransi Rp 338 Triliun untuk Kapal Minyak di Selat Hormuz

AS Siapkan Reasuransi Rp 338 Triliun untuk Kapal Minyak di Selat Hormuz

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Amerika Serikat menyiapkan program reasuransi senilai US$20 miliar atau sekitar Rp338 triliun untuk melindungi kapal tanker minyak dan kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya konflik militer dengan Iran yang mengganggu jalur perdagangan energi global.

Program tersebut bertujuan menjaga kelancaran distribusi energi dunia, terutama minyak dan gas, yang saat ini terhambat akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Program Dijalankan Lembaga Keuangan Pembangunan AS Skema reasuransi ini akan dijalankan oleh US International Development Finance Corporation (DFC). Lembaga tersebut akan menanggung potensi kerugian hingga US$20 miliar secara berkelanjutan bagi kapal yang terdampak risiko konflik.

Dalam pelaksanaannya, DFC bekerja sama dengan Departemen Keuangan Amerika Serikat serta United States Central Command (CENTCOM) untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan di kawasan konflik.

CEO DFC, Ben Black, menyatakan skema reasuransi ini diharapkan mampu memulihkan arus perdagangan energi global yang terganggu akibat perang di Timur Tengah.

“Kami yakin bahwa rencana reasuransi kami akan memungkinkan minyak, bensin, LNG, bahan bakar jet, dan pupuk melewati Selat Hormuz dan kembali mengalir ke dunia,” kata Black.

Harga Energi Dunia Melonjak Gangguan pelayaran di Selat Hormuz berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak mentah Amerika dilaporkan melonjak lebih dari 12% dan menembus US$90 per barel.

Dalam satu pekan terakhir, harga minyak bahkan telah naik sekitar 35%, terutama karena banyak kapal tanker yang tidak berani melintas di kawasan Teluk Persia akibat meningkatnya risiko serangan selama konflik.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur energi paling strategis di dunia. Sekitar:

20% konsumsi minyak global, 20% ekspor gas alam cair (LNG) dunia melewati jalur laut sempit tersebut setiap harinya.

Trump Siap Beri Perlindungan Tambahan Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya juga menyatakan pemerintahnya siap memberikan perlindungan asuransi tambahan bagi kapal komersial di Teluk Persia. Selain itu, Angkatan Laut AS juga disiapkan untuk memberikan pengawalan jika situasi keamanan semakin memburuk.

Namun sejumlah analis menilai bahwa persoalan utama saat ini bukan hanya soal asuransi, melainkan keamanan fisik kapal di kawasan konflik.

Analis pengiriman senior dari perusahaan konsultan energi Kpler, Matt Wright, mengatakan banyak kapal tanker masih enggan melintas di Selat Hormuz karena kekhawatiran terhadap keselamatan.

“Asuransi bukanlah masalah utama bagi pemilik kapal saat ini. Kapal tanker tidak berlayar melalui Selat karena mereka khawatir tentang keamanan fisik mereka,” ujar Wright.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi memicu gangguan besar terhadap pasokan energi dunia jika jalur vital seperti Selat Hormuz tidak kembali aman bagi pelayaran internasional.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh