majalahsuaraforum.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyesuaian anggaran untuk tahun 2027 dengan memangkas alokasi perjalanan dinas luar negeri. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah efisiensi belanja negara yang tengah dijalankan pemerintah.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Herman Saheruddin, mengungkapkan bahwa anggaran perjalanan dinas luar negeri yang sebelumnya berada di kisaran Rp80 miliar kini dikurangi menjadi sekitar Rp55 miliar.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Herman menjelaskan bahwa pengurangan tersebut merupakan salah satu komponen utama dalam penyesuaian pagu anggaran di lingkungan kementeriannya.
“Saya sampaikan bahwa pengurangan anggaran perjalanan dinas luar negeri menjadi salah satu komponen terbesar dalam penyesuaian pagu anggaran Ditjen Perbendaharaan,” kata Herman dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.
Fokus pada Kegiatan yang Berdampak Langsung Meski anggaran dipangkas cukup besar, Kemenkeu memastikan kegiatan perjalanan dinas ke luar negeri yang tetap dijalankan akan diprioritaskan untuk agenda yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
Menurut Herman, setiap kunjungan yang dilakukan nantinya harus memiliki tujuan yang jelas dan menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat maupun stabilitas ekonomi Indonesia.
“Kami pastikan perjalanan dinas luar negeri yang kami lakukan itu adalah perjalanan-perjalanan dinas yang langsung memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Menjaga Kepercayaan Investor Global Salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan perjalanan dinas luar negeri adalah memperkuat hubungan dengan investor internasional serta berbagai organisasi bisnis global. Kemenkeu menilai interaksi langsung dengan pelaku pasar dunia tetap penting untuk menjaga kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.
Herman menjelaskan bahwa dalam setiap agenda luar negeri, pihaknya kini berupaya mempertemukan delegasi Indonesia dengan investor asing dan berbagai kamar dagang internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat keyakinan pasar terhadap instrumen keuangan Indonesia, termasuk surat utang negara.
“Misalnya kami melibatkan di setiap kunjungan kami sekarang ketemu dengan investor asing dan juga chambers of commerce sehingga langsung dapat meningkatkan confidence investor global terhadap sovereign bonds Indonesia sehingga yield-nya dapat tetap pada level yang terkendali,” papar Herman.
Bagian dari Strategi Efisiensi Anggaran Pemangkasan anggaran perjalanan dinas luar negeri menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah dalam menjaga efektivitas penggunaan anggaran negara. Dengan pengurangan dari sekitar Rp80 miliar menjadi Rp55 miliar, Kemenkeu berharap setiap kegiatan yang tetap dilaksanakan memiliki nilai strategis yang tinggi serta mampu mendukung stabilitas ekonomi nasional.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan dapat memberikan manfaat optimal, baik dalam menjaga hubungan ekonomi internasional maupun meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Lan.










