Home / Kabar Berita / Mantan Menteri Energi Ukraina Dicegat Saat Berupaya Kabur di Tengah Skandal Korupsi Operasi Midas

Mantan Menteri Energi Ukraina Dicegat Saat Berupaya Kabur di Tengah Skandal Korupsi Operasi Midas

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Aparat keamanan Ukraina berhasil menggagalkan upaya pelarian mantan Menteri Energi, German Galushchenko, yang diduga hendak meninggalkan negaranya di tengah penyelidikan kasus korupsi besar. Galushchenko dilaporkan ditangkap oleh petugas perbatasan saat berada di dalam kereta api yang sedang menuju keluar wilayah Ukraina. Hingga kini, tujuan akhir pelariannya belum diketahui secara pasti.

Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam skandal korupsi yang mengguncang pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky. Galushchenko sebelumnya telah dicopot dari posisinya pada tahun lalu setelah namanya terseret dalam daftar pejabat yang diduga terlibat dalam penggelapan dana mencapai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,5 triliun.

“Kasus ini menjadi pukulan telak bagi administrasi Zelensky yang menjanjikan pemberantasan korupsi sejak awal menjabat,” tulis BBC, Senin (16/2/2026).

Biro Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU) membenarkan bahwa penangkapan dilakukan di wilayah perbatasan sebagai bagian dari penyelidikan besar yang disebut “Operasi Midas”. Meski dalam pernyataan resminya NABU tidak menyebut nama tersangka secara langsung, sejumlah media besar Ukraina memastikan bahwa sosok yang ditahan adalah German Galushchenko.

Skandal ini disebut memiliki dampak luas karena menyeret tokoh-tokoh yang dekat dengan lingkaran kekuasaan presiden. Kepala staf kepresidenan sekaligus penasihat utama Zelensky selama masa perang, Andriy Yermak, sempat mengundurkan diri setelah rumahnya digeledah oleh aparat. Meski demikian, baik Zelensky maupun Yermak hingga kini belum dituduh melakukan pelanggaran hukum secara langsung.

Penyelidikan selama 15 bulan yang dilakukan NABU bersama Kantor Jaksa Antikorupsi Khusus (SAP) menemukan adanya praktik suap sistematis di sektor energi. Galushchenko diduga menerima kickback atau uang pelicin dari kontraktor perusahaan nuklir nasional Energoatom dengan besaran antara 10% hingga 15% dari nilai kontrak.

Lebih mengejutkan lagi, aparat juga menduga adanya praktik pencucian uang dalam kasus tersebut. Dana hasil korupsi ditemukan mengalir ke luar negeri, termasuk ke Rusia, yang saat ini menjadi lawan perang Ukraina. NABU bahkan merilis foto-foto barang bukti berupa tumpukan uang tunai dalam tas yang diduga terkait dengan skema pencucian uang tersebut.

Penangkapan Galushchenko memicu kemarahan masyarakat Ukraina. Skandal pengayaan diri di sektor energi ini terbongkar pada saat Rusia terus menggempur infrastruktur energi Ukraina. Warga merasa dikhianati karena pejabat negara justru mencuri anggaran publik ketika rakyat menghadapi ancaman musim dingin ekstrem tanpa pasokan listrik yang memadai.

Kasus ini juga berdampak pada situasi politik internasional. Tekanan dari Amerika Serikat agar Ukraina segera menggelar pemilihan umum semakin menguat. Namun, pemilu masih ditangguhkan berdasarkan konstitusi karena Ukraina masih berada dalam status perang sejak invasi Rusia pada tahun 2022.

Saat ini, Galushchenko dilaporkan sedang dibawa menuju Kyiv untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebelumnya, ia sempat menyatakan akan membela diri dan membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Namun dengan digelarnya Operasi Midas, aparat diyakini telah mengantongi bukti kuat untuk membawa kasus ini ke pengadilan.

Pemberantasan korupsi menjadi syarat utama bagi Ukraina untuk mewujudkan ambisinya bergabung dengan Uni Eropa. Kasus yang menyeret Galushchenko ini pun menjadi ujian besar bagi ketegasan hukum Ukraina dalam membersihkan pemerintahan dari praktik korupsi di tengah situasi perang yang sulit.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh