Home / Ekonomi / AHY Paparkan Konsep “Ekonomi Baru” untuk Masa Depan Indonesia dalam Era Transformasi Prabowo

AHY Paparkan Konsep “Ekonomi Baru” untuk Masa Depan Indonesia dalam Era Transformasi Prabowo

majalahsuaraforum.com – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ke depan harus berorientasi pada kemakmuran yang nyata dan merata, bukan sekadar mengejar pertumbuhan angka di atas kertas.

Dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum di Pacitan, AHY menilai bahwa arah transformasi nasional Presiden Prabowo Subianto perlu diperkuat dengan kerangka ekonomi baru yang lebih relevan terhadap tantangan zaman.

Ia juga menekankan bahwa ekonomi masa depan harus mampu menjawab perubahan global, disrupsi teknologi, serta kebutuhan generasi muda yang semakin kompleks.

Lima Pilar Ekonomi Baru untuk Indonesia AHY kemudian memaparkan lima pilar utama yang menjadi dasar konsep Ekonomi Baru (The New Economy). Pilar-pilar ini, menurutnya, harus menjadi pedoman pembangunan ekonomi Indonesia agar mampu menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan.

1. Ekonomi Berbasis Inovasi dan Teknologi

Pilar pertama menekankan pentingnya Indonesia membangun ekonomi yang bertumpu pada inovasi, riset, dan teknologi modern.

AHY menyebut bahwa negara tidak bisa lagi hanya mengandalkan ekonomi konvensional, melainkan harus beradaptasi dengan perkembangan digital dan industri masa depan.

Transformasi teknologi, menurutnya, harus menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing bangsa.

2. Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul

Pilar kedua adalah investasi besar pada kualitas manusia Indonesia.

AHY menegaskan bahwa pendidikan, pelatihan keterampilan, serta penguatan kapasitas generasi muda merupakan kunci agar Indonesia mampu bersaing dalam ekonomi global.

Ekonomi tidak akan maju tanpa SDM yang siap menghadapi perubahan zaman.

3. Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

AHY juga menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi yang tetap menjaga lingkungan.

Menurutnya, Indonesia perlu mendorong transisi menuju ekonomi hijau dengan memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam.

Pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan demi masa depan generasi berikutnya.

4. Penguatan Infrastruktur dan Konektivitas Nasional

Sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menekankan bahwa infrastruktur tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Konektivitas antarwilayah harus diperkuat agar pertumbuhan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah.

Infrastruktur yang merata akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat luas.

5. Ekonomi Inklusif dan Berkeadilan

Pilar terakhir adalah menciptakan ekonomi yang inklusif, di mana seluruh rakyat dapat merasakan manfaat pembangunan.

AHY menegaskan bahwa kemakmuran harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.

“Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat,” ujar AHY.

Dukungan untuk Agenda Transformasi Nasional Forum ini dihadiri berbagai tokoh pemerintahan, akademisi, serta pelaku usaha yang membahas arah baru pembangunan ekonomi Indonesia.

AHY menilai bahwa agenda transformasi nasional Presiden Prabowo membutuhkan kolaborasi semua pihak agar ekonomi Indonesia mampu tumbuh lebih kuat sekaligus memberikan kesejahteraan merata.

Konsep Ekonomi Baru yang ditawarkan ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi pemikiran strategis dalam menyiapkan Indonesia menghadapi era persaingan global yang semakin dinamis.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh