Home / Kabar Berita / Kesaksian Viral Ungkap Dugaan AS Gunakan Senjata Sonik Saat Operasi Tangkap Maduro

Kesaksian Viral Ungkap Dugaan AS Gunakan Senjata Sonik Saat Operasi Tangkap Maduro

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Sebuah kesaksian yang beredar luas di media sosial memicu spekulasi baru terkait operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro. Dalam kesaksian tersebut, pasukan AS diduga menggunakan senjata sonik canggih untuk melumpuhkan pasukan keamanan Venezuela.

Cerita ini pertama kali mencuat setelah Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membagikan testimoni tersebut melalui platform X. Unggahan itu dengan cepat menyedot perhatian publik internasional dan memunculkan pertanyaan mengenai teknologi militer yang digunakan AS dalam operasi tersebut.

Menurut pengakuan seorang pria yang mengklaim sebagai penjaga pangkalan militer di Karakas sekaligus saksi mata penangkapan Maduro, serangan AS diawali dengan matinya sistem pertahanan Venezuela secara tiba-tiba.

“Kami sedang berjaga, tetapi tiba-tiba semua sistem radar mati. Setelah itu yang kami lihat adalah banyak drone yang terbang di atas. Pasukan itu sangat maju secara teknologi. Kami tidak tahu bagaimana harus bereaksi,” kata pria tersebut, dikutip dari Fox News, Senin (12/1/2026).

Drone Bermunculan, Pasukan AS Bergerak Cepat Pria tersebut menuturkan bahwa setelah sistem radar lumpuh, sejumlah besar drone mulai muncul di udara, diikuti oleh pergerakan cepat pasukan Amerika Serikat. Ia mengklaim pasukan AS memiliki keunggulan teknologi dan kemampuan tempur yang jauh melampaui pasukan keamanan Venezuela.

“Mereka tidak seperti apa pun yang pernah kami lawan sebelumnya. Jumlah kami ada ratusan, tetapi tidak punya peluang. Pasukan AS menembak dengan presisi dan kecepatan yang luar biasa, rasanya setiap prajurit menembakkan 300 peluru per menit,” jelasnya.

Kesaksian tersebut menggambarkan operasi militer yang sangat singkat namun efektif, dengan pasukan AS disebut hanya berjumlah sekitar 20 personel dan tidak mengalami korban sama sekali.

Dugaan Penggunaan Senjata Sonik Bagian paling kontroversial dari kesaksian itu adalah dugaan penggunaan senjata sonik atau senjata berbasis energi oleh pasukan AS. Pria tersebut menyebut senjata tersebut digunakan untuk melumpuhkan pasukan Venezuela tanpa kontak fisik langsung.

“Rasanya itu seperti gelombang suara yang sangat kuat. Tiba-tiba saya merasa kepala meledak dari dalam, lalu kami semua mulai mimisan dan beberapa bahkan muntah darah, lalu jatuh ke tanah, tidak bisa bergerak dan bahkan berdiri setelah senjata sonik itu,” kata pria yang tak disebutkan identitasnya itu.

Ia menambahkan bahwa efek senjata tersebut membuat para penjaga pangkalan militer mengalami mimisan massal hingga muntah darah, sehingga tidak mampu memberikan perlawanan.

Gedung Putih dan Pentagon Belum Memberi Klarifikasi Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi kepada Fox News terkait apakah unggahan Karoline Leavitt di media sosial dapat dianggap sebagai konfirmasi atas kebenaran klaim tersebut.

Sementara itu, Pentagon juga belum merespons pertanyaan mengenai dugaan penggunaan senjata sonik atau senjata berbasis energi dalam operasi militer AS di Venezuela. Ketidakjelasan ini semakin memicu spekulasi dan perdebatan di kalangan pengamat militer dan politik internasional.

Dugaan penggunaan senjata sonik oleh pasukan AS, jika terbukti benar, berpotensi membuka babak baru dalam diskursus global mengenai etika, legalitas, dan transparansi penggunaan teknologi persenjataan canggih dalam operasi militer modern.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh