Home / Kabar Berita / Trump Peringatkan Serangan Baru ke Iran Jika Diplomasi Tidak Capai Kesepakatan

Trump Peringatkan Serangan Baru ke Iran Jika Diplomasi Tidak Capai Kesepakatan

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menyatakan bahwa Washington dapat melanjutkan aksi militer apabila perundingan yang tengah berlangsung gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di dalam pesawat Air Force One pada Jumat (17/4/2026), ketika melakukan perjalanan dari Phoenix menuju Washington, DC.

“Kami akan bernegosiasi akhir pekan ini,” ujar Trump kepada wartawan, merujuk pada agenda pembicaraan lanjutan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran.

Trump juga memberi sinyal bahwa masa gencatan senjata selama dua pekan, yang dijadwalkan berakhir pada 22 April, kemungkinan besar tidak akan diperpanjang. Menurutnya, opsi serangan militer masih terbuka apabila proses diplomasi menemui jalan buntu.

“Blokade terhadap pelabuhan Iran masih berlaku, dan kami mungkin harus mulai membombardir Iran lagi,” tegasnya.

Meski menyampaikan ancaman tersebut, Trump juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Teheran menunjukkan perkembangan yang cukup positif, meskipun ia tidak menjelaskan secara rinci isi perkembangan tersebut.

“Kami baru saja menerima kabar cukup positif. Tampaknya situasi berjalan baik, tetapi kita tunggu hasilnya,” katanya.

Pembicaraan antara kedua negara dijadwalkan kembali berlangsung pada 20 April di Pakistan, setelah putaran negosiasi sebelumnya belum membuahkan hasil final. Sementara itu, Pentagon menegaskan bahwa seluruh pasukan AS di kawasan Timur Tengah saat ini berada dalam status siaga tinggi dan siap dikerahkan kembali apabila diplomasi gagal.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan pembukaan penuh Selat Hormuz sebagai bagian dari respons terhadap gencatan senjata regional yang sedang berlangsung.

Trump menyambut langkah tersebut, namun menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan menyeluruh.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf turut merespons pernyataan Trump dengan kritik keras. Ia menuding Presiden AS menyampaikan informasi yang menyesatkan.

“Mereka tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini dan tidak akan mendapatkan apa pun dalam negosiasi,” ujar Ghalibaf.

Ia juga memperingatkan bahwa Iran dapat kembali menutup Selat Hormuz jika Amerika Serikat melanjutkan blokade tersebut.

Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Trump juga mengungkapkan rencana pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam waktu dekat.

“Pertemuan ini berpotensi bersejarah. Saya menantikan banyak hal yang akan dicapai,” tulis Trump di Truth Social.

Gedung Putih dijadwalkan mengagendakan kunjungan Trump ke Tiongkok pada 14–15 Mei 2026. Jadwal ini dinilai sebagai sinyal bahwa Washington berharap isu Iran dapat menemukan titik terang sebelum pertemuan penting tersebut berlangsung.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh