Home / Kabar Berita / Operasi Rahasia “Absolute Resolve” AS Tangkap Maduro dalam Hitungan Menit

Operasi Rahasia “Absolute Resolve” AS Tangkap Maduro dalam Hitungan Menit

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berhasil mengamankan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tanpa korban jiwa dari pihak AS menjadi titik balik ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin. Operasi bersandi “Absolute Resolve” itu dipuji Presiden Donald Trump sebagai keberhasilan besar, meski menuai kontroversi global terkait pelanggaran kedaulatan negara.

Keberhasilan operasi ini merupakan hasil persiapan panjang. Sejak Agustus 2025, tim rahasia Central Intelligence Agency (CIA) telah menyusup ke wilayah Venezuela. Selama berbulan-bulan, para agen mempelajari rutinitas harian Maduro secara detail, mulai dari kebiasaan makan hingga informasi sepele seperti hewan peliharaannya. Seluruh aktivitas tersebut dipantau menggunakan armada drone siluman yang dirancang agar tak terdeteksi.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menjelaskan bahwa data intelijen yang dikumpulkan menjadi kunci utama keberhasilan misi. Dengan kondisi kedutaan besar AS di Venezuela yang telah ditutup, para agen CIA beroperasi tanpa perlindungan diplomatik, mengambil risiko tinggi demi memastikan akurasi penuh dari “pattern of life” atau peta kehidupan target operasi.

Lebih Berisiko Dibanding Operasi Bin Laden Penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu (3/1/2026) dini hari oleh pasukan elite Delta Force disebut sebagai salah satu operasi militer AS paling berisiko sejak penewasan Osama bin Laden pada 2011. Demi meminimalkan kesalahan, pasukan Delta Force menjalani latihan intensif di Kentucky dengan menggunakan replika skala penuh kediaman Maduro, termasuk simulasi pembobolan pintu baja dalam hitungan detik.

Operasi dimulai tepat pukul 02.01 waktu setempat, diawali dengan serangan siber yang memutus aliran listrik di sebagian wilayah Caracas. Lebih dari 150 pesawat militer AS, termasuk jet tempur siluman dan pesawat pengebom strategis, dikerahkan untuk melumpuhkan radar serta sistem pertahanan udara Venezuela.

“Saya menontonnya persis seperti sedang menonton acara televisi,” ujar Trump melalui Fox News saat memantau langsung jalannya operasi dari Mar-a-Lago, Florida.

Dalam foto yang dirilis Gedung Putih, Trump tampak memantau operasi bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Direktur CIA John Ratcliffe di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, pada Sabtu (3/1/2026).

Lima Menit Penentuan Laporan internal menyebutkan bahwa pasukan Delta Force hanya membutuhkan waktu lima menit untuk mengamankan Maduro setelah memasuki kompleks kediamannya. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sempat berusaha melarikan diri menuju ruang aman berlapis baja, namun gagal menutup pintu sebelum pasukan AS tiba.

Tak lama setelah penangkapan, Maduro dan istrinya langsung dievakuasi ke kapal perang USS Iwo Jima yang beroperasi di wilayah Karibia. Dari sana, keduanya diterbangkan ke New York untuk menghadapi tuduhan federal Amerika Serikat terkait perdagangan narkotika.

Meski Trump menegaskan bahwa tujuan utama operasi tersebut adalah pemberantasan jaringan narkoba internasional, langkah AS yang kemudian mengambil alih sejumlah infrastruktur minyak Venezuela memicu kecurigaan dunia internasional. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengecam tindakan itu sebagai “penculikan ilegal” dan menuntut pemulangan Maduro segera.

Saat ini, Venezuela berada dalam kondisi ketidakpastian politik ekstrem. Amerika Serikat menyatakan siap membantu proses pembangunan kembali negara tersebut, sementara komunitas internasional mempertanyakan batas kewenangan eksekutif AS dalam melakukan operasi militer di wilayah negara berdaulat.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh