Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Keputusan Israel untuk mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat memicu reaksi keras dari berbagai negara di dunia. Sejumlah pihak internasional, termasuk Indonesia, menyatakan penolakan terhadap pengakuan tersebut karena Somaliland selama ini dipandang sebagai wilayah separatis dari Republik Federal Somalia.
Israel sebelumnya secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland dan menandatangani perjanjian guna membuka hubungan diplomatik. Langkah ini disambut oleh otoritas Somaliland sebagai pengakuan resmi pertama yang mereka terima sejak mendeklarasikan kemerdekaan.
Pengumuman Resmi Israel Pengakuan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dengan keputusan ini, Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat.
“Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata kantor PM Israel dilansir kantor berita AFP.
Israel juga tercatat sebagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pertama yang mengambil langkah pengakuan tersebut pada Jumat lalu.
Kecaman dari Berbagai Negara Langkah Israel tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai pihak internasional. Turki, yang merupakan sekutu dekat Somalia, secara tegas menentang pengakuan itu. Penolakan juga datang dari sejumlah negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Indonesia termasuk di antara negara yang menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland. Sikap ini sejalan dengan posisi Indonesia yang selama ini mendukung kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Federal Somalia.
Latar Belakang Somaliland Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991. Sejak saat itu, wilayah tersebut secara konsisten mendorong pengakuan internasional sebagai negara berdaulat, meskipun hingga kini belum mendapatkan pengakuan luas dari komunitas internasional.
Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, menjadikan upaya memperoleh pengakuan internasional sebagai prioritas utama sejak mulai menjabat pada tahun lalu.
Meski demikian, status Somaliland tetap menjadi isu sensitif dalam hubungan internasional, khususnya di kawasan Tanduk Afrika, mengingat mayoritas negara masih mengakui wilayah tersebut sebagai bagian sah dari Somalia.
Red.











