majalahsuaraforum.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri kegiatan Inklusiland bertema “Everyone Shine, Everyone Matters” yang diselenggarakan oleh Yayasan Inklusi Pelita Harapan di Tangerang Selatan, pada Minggu (7/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang interaksi, ekspresi, dan pengembangan kreativitas bagi masyarakat penyandang disabilitas.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Gubernur Banten Andra Soni, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Harapan Cahaya Manthovani.
Dalam kesempatan tersebut, Menkop Ferry menekankan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai sarana pemberdayaan dan inklusi ekonomi bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah untuk mengorganisir usaha-usaha komunitas agar lebih mandiri, terstruktur, serta mampu meningkatkan daya saing ekonomi.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta serta ragam kegiatan yang disajikan dalam acara Inklusiland tahun ini. Menkop menilai kegiatan tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
“Saya sungguh terkejut karena antusiasme luar biasa banyaknya peserta yang terlibat dalam acara ini dan variasi kegiatan cukup banyak. Ini menunjukkan minat acara Inklusiland dari tahun ke tahun luar biasa. Mudah-mudahan di tahun depan Kemenkop bersama kementerian lain dapat ikut membantu membesarkan kegiatan Yayasan Cahaya,” ujar Menkop Ferry dalam sesi talk show pada acara tersebut.
Menkop Ferry juga menyatakan bahwa pihaknya mendorong agar berbagai kegiatan pemberdayaan seperti Inklusiland dapat terus diperluas, tidak hanya sebagai ajang kreativitas, tetapi juga sebagai pintu masuk menuju kemandirian ekonomi bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.
Melalui peran koperasi, pemerintah berharap masyarakat penyandang disabilitas dapat memiliki akses yang lebih luas terhadap kegiatan produktif, baik dalam bentuk usaha bersama, pelatihan kewirausahaan, maupun akses pembiayaan yang lebih inklusif.
Kementerian Koperasi pun berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan kementerian/lembaga lain, guna memperkuat ekosistem koperasi yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lan.











