Home / Kabar Berita / Trump Ancam Hentikan Dana Federal Jika Zohran Mamdani Terpilih Pimpin New York

Trump Ancam Hentikan Dana Federal Jika Zohran Mamdani Terpilih Pimpin New York

majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Kota New York terkait hasil pemilihan wali kota mendatang. Ia menyatakan akan menahan dana federal untuk kota tersebut jika kandidat dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, memenangkan pemilihan dan tidak menjalankan pemerintahan sesuai harapan.

Dalam wawancaranya dengan Fox News Channel, Trump, yang dikenal sebagai warga asli New York, menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam apabila kebijakan Mamdani dianggap merugikan.

“Jika dia menang, sebaiknya dia melakukan hal yang benar atau dana federal untuk kota itu akan kami tahan,” ujar Trump.

“Dia komunis. Saya pikir ini sangat buruk bagi New York,” tambahnya.

Pernyataan Trump itu muncul setelah Zohran Mamdani, seorang politikus muda yang menyebut dirinya “sosialis demokrat”, berhasil mencuri perhatian publik Amerika Serikat. Ia mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pekan lalu.

Menanggapi tuduhan tersebut, Mamdani memberikan pernyataan kepada NBC News dengan nada tegas.

“Klaim itu tidak benar. Trump hanya berusaha mengalihkan perhatian dari kenyataan bahwa saya memperjuangkan hak-hak pekerja yang selama ini justru dikhianati olehnya,” kata Mamdani.

Politikus berusia 33 tahun itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak gentar meski beberapa tokoh senior Demokrat belum secara terbuka mendukung pencalonannya.

“Yang kami tunjukkan adalah bahwa dengan mengutamakan pekerja dan kembali ke akar Partai Demokrat, kita bisa menghadapi otoritarianisme di Washington DC,” ujarnya.

Apabila memenangkan pemilihan pada November 2025 mendatang, Mamdani akan mencatat sejarah sebagai wali kota pertama keturunan Asia Selatan sekaligus Muslim pertama yang memimpin New York  sebuah kota dengan basis Partai Demokrat yang kuat selama puluhan tahun.

Dalam masa kampanyenya, Mamdani menggambarkan dirinya sebagai “imigran Muslim progresif” dan berjanji akan menjadi “mimpi terburuk Donald Trump.” Namun, pandangannya yang vokal terhadap isu konflik Israel–Gaza memicu kontroversi tajam di kalangan publik Amerika.

Kritik keras Mamdani terhadap kebijakan Israel membuatnya dituduh anti-Semit, tuduhan yang dengan tegas ia bantah. Dalam sebuah podcast politik bulan lalu, ia menolak mengutuk frasa pro-Palestina “globalisasikan intifada”, yang oleh sebagian komunitas Yahudi dianggap bernuansa kekerasan.

Pemimpin Partai Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, turut menanggapi isu tersebut. Ia menyebut Mamdani perlu memperjelas sikapnya agar bisa meyakinkan warga New York  kota dengan populasi Yahudi terbesar di Amerika Serikat.

Ketika kembali ditanya mengenai hal itu pada Minggu lalu, Mamdani menjawab dengan diplomatis.

“Itu bukan bahasa yang saya gunakan,” katanya. “Kita harus membasmi kefanatikan itu, dan melakukannya melalui tindakan, bukan dengan membatasi kata-kata orang lain.”

Dengan pandangan politik yang berani dan gaya komunikasi yang lugas, Zohran Mamdani kini menjadi salah satu figur paling diperhatikan dalam panggung politik Amerika. Pertarungan antara dirinya dan Donald Trump pun diperkirakan akan menjadi salah satu dinamika paling panas dalam pemilihan wali kota New York 2025.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh