majalahsuaraforum.com – Pemerintah menegaskan akan menambah pasokan gas untuk sektor industri yang menerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menyebutkan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan jaminan terkait tambahan pasokan tersebut.
“Saya sudah mendapatkan jaminan dari Kementerian ESDM bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki tambahan suplai gas yang bisa dimanfaatkan untuk industri,” ujar Agus di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).
Agus menjelaskan, saat ini terdapat 225 perusahaan penerima HGBT dengan total kuota 693.307 BBTUD, yang tersebar di tujuh sektor industri, yakni pupuk, baja, keramik, petrokimia, oleochemical, sarung tangan karet, dan kaca.
Ketentuan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 76K/2025, meski volume gas yang dialokasikan mengalami penurunan sekitar 22 persen dibandingkan kebijakan sebelumnya.
Meski demikian, Agus menekankan pemerintah tetap berupaya memastikan keberlanjutan pasokan gas bagi industri nasional.
“Meski masih dihadapkan pada tantangan realisasi, distribusi energi, dan fluktuasi harga, pemerintah terus berupaya menyempurnakan kebijakan agar dapat mendukung keberlanjutan produksi industri dalam negeri dan memperkuat daya saing produk nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa HGBT telah terbukti efektif membantu perusahaan di kawasan industri untuk menjaga stabilitas biaya produksi, mendorong ekspansi usaha, dan mempertahankan lapangan kerja di tengah dinamika harga energi global.
“Ketersediaan energi dengan harga terjangkau adalah kunci bagi industri untuk tumbuh berkelanjutan. HGBT bukan hanya instrumen insentif, namun merupakan fondasi untuk menarik investasi baru dan menguatkan basis manufaktur nasional,” ujar Ma’ruf pada Kamis (14/8/2025).
Dengan tambahan pasokan gas yang dijamin ESDM, pemerintah optimistis kebijakan HGBT dapat terus mendukung industri nasional agar tetap efisien, berdaya saing tinggi, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Lan.











