majalahsuaraforum.com – Kesedihan mendalam dirasakan oleh Astrid Khairunnisha atau Astrid Kuya, istri presenter sekaligus politisi Uya Kuya, setelah rumah mereka di kawasan Jakarta Timur dijarah massa saat aksi demo ojol berlangsung. Dengan berlinang air mata, Astrid menegaskan bahwa rumah tersebut dibangun dari kerja keras dirinya dan sang suami, bukan dari uang rakyat.
“Yang beredar di media sosial katanya suami saya mengeledek atau yang Rp 3 juta sehari atau segala macam itu tidak ada sama sekali. Sekali lagi tidak ada suami saya berkata seperti itu,” tutur Astrid Kuya sambil menangis dalam unggahan di Instagram pribadinya, Jumat (12/9/2025).
Astrid mengaku peristiwa yang menimpa keluarganya merupakan bentuk fitnah yang menyakitkan. Ia merasa benar-benar menjadi korban dari tuduhan yang tidak berdasar hingga berujung pada penjarahan rumah.
“Saya benar-benar merasakan korban fitnah. Jujur ya, saya seperti merasa dizalimi dan sampai yang terjadi dengan rumah saya,” ujarnya.
Ia menegaskan, rumah tersebut tidak sedikit pun dibangun dari dana publik, melainkan murni hasil kerja keras di dunia hiburan.
“Tidak ada sepersen pun duit dari DPR untuk membangun rumah itu, tidak ada sama sekali,” ucap Astrid sambil mengusap air mata.
Astrid bahkan menceritakan momen ketika ia bertemu dengan salah seorang pelaku penjarahan.
“Sampai saya ketemu sama yang melakukan penjarahan di rumah saya. Saya bilang ‘kamu tahu rumah itu dibangun dengan keringat saya, dengan keringat suami saya’,” kata Astrid.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama ini kehidupannya bersama Uya Kuya sepenuhnya ditopang oleh hasil kerja di dunia entertainment.
“Kami syuting dari pagi sampai pagi, saya tegaskan tidak ada sepersen pun uang kita gunakan untuk kebutuhan di rumah,” paparnya.
Sebagai anggota dewan, Astrid memastikan seluruh dana yang berasal dari pemerintah disalurkan sepenuhnya kepada masyarakat.
“Setiap kali kita turun ke masyarakat, apa yang diberikan oleh pemerintah dan itu kita berikan semuanya kepada masyarakat. Kami tidak memotong sepersen pun, karena kami tahu bahwa menjadi anggota dewan itu amanah,” jelasnya sambil kembali menangis.
Ia menutup dengan penegasan bahwa dirinya selalu menjaga amanah dengan menyalurkan hak masyarakat secara penuh.
“Setiap program yang ada dari pemerintah maka kita turunkan langsung tanpa ada potongan atau apapun karena itu adalah hak masyarakat. Saya sangat amanah, selalu bilang ke tim karena apa yang menjadi hak mereka harus diberikan sepenuhnya,” pungkasnya.
Pen. Aan.











