Majalahsuaraforum.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kembali pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkeadilan. Ia menekankan bahwa hasil kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok pengusaha besar, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian ESDM, Selasa (19/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menggarisbawahi bahwa makna kemerdekaan di sektor energi dan sumber daya mineral adalah terwujudnya keadilan sosial bagi rakyat Indonesia melalui pemerataan pemanfaatan SDA.
> “Bagi kami, kemerdekaan adalah bagaimana kita mewujudkan keadilan sosial yang dirasakan oleh seluruh rakyat. Sumber daya alam harus dikelola untuk kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk pengusaha besar,” ujar Bahlil.
Menurutnya, pengelolaan SDA, khususnya di sektor energi, tidak boleh hanya menghasilkan keuntungan ekonomi semata, tetapi harus bisa memberikan dampak langsung kepada pengusaha kecil hingga masyarakat kelas bawah. Dengan begitu, rakyat dapat lebih siap menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Sejalan dengan pernyataan Bahlil, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menekankan hal serupa. Saat meresmikan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) di 15 provinsi pada 26 Juni 2025, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi yang luar biasa besar dan harus dikelola dengan bijak demi kemandirian nasional.
> “Kita bersyukur memiliki sumber energi terbarukan yang luar biasa. Tinggal kita mengelolanya dengan baik, agar energi terjangkau bisa dirasakan seluruh rakyat,” kata Presiden Prabowo.
Dengan adanya sinergi kebijakan dari pemerintah pusat hingga kementerian teknis, Bahlil optimistis bahwa arah pembangunan energi dan sumber daya mineral Indonesia akan semakin inklusif. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah memastikan kekayaan alam yang dimiliki bangsa dapat benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan bagi seluruh rakyat, bukan hanya segelintir pihak yang memiliki modal besar.
Pen. Lan.











