Home / Olahraga / Jorge Costa, Legenda FC Porto dan Direktur Sepak Bola, Meninggal Dunia di Usia 53 Tahun

Jorge Costa, Legenda FC Porto dan Direktur Sepak Bola, Meninggal Dunia di Usia 53 Tahun

majalahsuaraforum.com – Dunia sepak bola kembali berduka. Jorge Costa, mantan kapten legendaris FC Porto dan juga pemenang Liga Champions, meninggal dunia pada usia 53 tahun pada Selasa (5/8/2025) akibat serangan jantung.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh FC Porto melalui pernyataan resmi klub. Jorge Costa saat ini menjabat sebagai direktur sepak bola klub dan dikenal sebagai salah satu figur sentral dalam sejarah kejayaan FC Porto.

 “FC Porto menyampaikan kesedihan dan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang tokoh yang tak terelakkan dalam sejarah klub,” demikian isi pernyataan resmi dari manajemen klub Portugal tersebut.

Dalam pernyataan tersebut, klub juga menegaskan bahwa warisan Jorge Costa akan selalu dikenang oleh para pendukung FC Porto di seluruh dunia.

 “Warisan Jorge Costa akan selalu dikenang oleh seluruh penggemar Porto. Anda tidak akan pernah dilupakan, kapten,” tambah klub dalam pernyataan emosionalnya.

Mengalami Gejala Saat di Pusat Latihan

Insiden tragis tersebut bermula ketika Jorge Costa sedang menjalani aktivitas di pusat latihan klub, Olival. Pada Selasa pagi, ia sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak enak. Tim medis klub segera memberikan pertolongan pertama dengan menggunakan alat kejut jantung (defibrillator) di lokasi kejadian.

Menjelang pukul 12.30 waktu setempat, pihak klub menghubungi layanan darurat setelah kondisi Costa memburuk. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sangat kritis.

Setibanya di ruang gawat darurat, Jorge Costa mengalami henti jantung dan paru. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawa sang legenda tak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Sosok yang Dikenang Sebagai “Sang Kapten”

Jorge Costa merupakan figur penting di FC Porto. Ia dikenal luas sebagai pemimpin sejati di lapangan, bahkan pernah mengangkat trofi Liga Champions pada 2004 bersama pelatih José Mourinho. Perannya sebagai pemain bertahan menjadikannya ikon tangguh di lini belakang tim.

Kini, dunia sepak bola kehilangan salah satu tokoh besar. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari sesama pemain, pelatih, hingga federasi sepak bola.

Jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh