Majalahsuaraforum.com – Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyelenggarakan serangkaian kegiatan inspiratif di Universitas Negeri Malang.1 Acara ini dirancang untuk menyapa anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mendorong gaya hidup sehat, serta meningkatkan literasi digital mereka.2
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Interaksi Hangat
Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ratusan anak yang hadir.3 Pratikno terlihat berinteraksi hangat dengan anak-anak, menciptakan suasana akrab dan penuh keceriaan.
Setelah sesi pemeriksaan kesehatan, Pratikno membuka seminar nasional yang dihadiri oleh beragam peserta, mulai dari siswa, guru, pejabat daerah, hingga akademisi.4 Seminar ini menjadi forum penting untuk membahas isu-isu krusial terkait tumbuh kembang anak dan tantangan di era digital.
Dorong Literasi Digital dan Aspirasi Anak
Acara ini sarat akan interaksi yang edukatif dan menghibur. Anak-anak TK diajak maju ke panggung dan diingatkan untuk menggunakan teknologi secara bijak. Pratikno menekankan bahwa teknologi adalah alat yang harus dimanfaatkan dengan cerdas, bukan sebaliknya.
Tak kalah menarik, siswa SMA diminta memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris dan menyampaikan cita-cita mereka. Ini menjadi ajang bagi mereka untuk berlatih kepercayaan diri dan mengungkapkan aspirasi masa depan. Pratikno dalam sambutannya secara khusus menyoroti pentingnya literasi digital serta penggunaan teknologi secara kritis dan inovatif.
Sebagai bentuk fasilitasi aspirasi anak-anak, disiapkan juga “Wall of Hope Anak Indonesia”. Di dinding harapan ini, anak-anak dengan antusias menuliskan impian dan cita-cita mereka, menjadi simbol optimisme dan harapan masa depan bangsa.
Secara keseluruhan, kegiatan yang diinisiasi oleh Menko PMK Pratikno ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan bijak dalam menggunakan teknologi sejak dini.5 Selain itu, acara ini juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi mereka, memastikan bahwa suara anak Indonesia didengar dan diperhatikan dalam pembangunan nasional.
Pen. Hil.











