foto istimewa
majalahsuaraforum.com – Pemilu sela Amerika Serikat (AS) 2026 menjadi momentum bersejarah bagi keterwakilan warga Muslim dalam politik Negeri Paman Sam. Sejumlah kandidat Muslim berhasil meraih kemenangan, baik dalam pemilihan anggota Kongres maupun lembaga legislatif tingkat negara bagian.
Hasil pemungutan suara yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat juga membawa kemenangan besar bagi Partai Demokrat. Partai tersebut berhasil merebut kembali kendali atas dua kamar Kongres AS, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kemenangan para kandidat Muslim ini menjadi salah satu sorotan utama dalam pemilu sela. Mereka berhasil merebut sejumlah kursi baru sekaligus mempertahankan posisi politik yang telah dimiliki sebelumnya.
Capaian tersebut sekaligus menjadi modal penting menjelang pelantikan Kongres AS ke-120 pada Januari 2027 mendatang.
Abdul El-Sayed Cetak Sejarah di Senat
Salah satu kemenangan yang paling menarik perhatian datang dari Negara Bagian Michigan. Dr. Abdul El-Sayed berhasil mencatatkan sejarah sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi Senator Amerika Serikat.
Mantan pejabat kesehatan masyarakat tersebut berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik, Mike Rogers. Kemenangan El-Sayed juga menjadi sorotan karena selama masa kampanye ia menghadapi narasi Islamofobia yang disuarakan pihak lawan.
Saat menyampaikan pernyataan kemenangan di Detroit pada Rabu (4/11/2026) dini hari, El-Sayed mengungkapkan kebanggaannya atas hasil pemilihan tersebut.
“Kita berhasil. Saya merasa sangat bangga dan terhormat berdiri di sini sebagai senator terpilih Anda,” tegas El-Sayed.
Selain Michigan, kemenangan bersejarah juga terjadi di Distrik ke-12 New Jersey. Dr. Adam Hamawy berhasil mengungguli Gregg Mele dari Partai Republik.
Hamawy merupakan dokter bedah plastik sekaligus mantan dokter militer Angkatan Darat AS. Ia juga pernah terlibat dalam kegiatan medis kemanusiaan dengan membantu korban perang di Gaza pada 2024.
Kemenangan tersebut menjadikannya anggota Kongres Muslim pertama yang berasal dari New Jersey.
Politisi Muslim Senior Kembali Amankan Kursi DPR
Di tengah munculnya sejumlah nama baru, beberapa politisi Muslim yang telah lebih dahulu berkiprah di DPR AS juga berhasil mempertahankan kursi mereka.
Ilhan Omar kembali memperoleh kepercayaan pemilih untuk periode kelima sebagai wakil Distrik ke-5 Minnesota. Dalam pemilihan tersebut, Omar berhasil mengalahkan pesaingnya, John Nagel.
Rashida Tlaib juga kembali memenangkan pemilihan di Distrik ke-12 Michigan. Bersama Omar, Tlaib dikenal sebagai salah satu pelopor perempuan Muslim yang berhasil menembus DPR Amerika Serikat.
Sementara itu, André Carson kembali mengamankan kursi di Distrik ke-7 Indiana. Politisi Muslim senior tersebut telah menjadi anggota DPR AS sejak 2008.
Kemenangan para petahana ini memperlihatkan bahwa keterwakilan politisi Muslim tidak hanya berkembang melalui kemunculan kandidat baru, tetapi juga semakin kuat melalui keberlanjutan kiprah tokoh yang sudah lama berada di parlemen.
Keterwakilan Muslim Meluas hingga Legislatif Negara Bagian
Perolehan suara para kandidat Muslim tidak hanya terlihat di tingkat federal. Sejumlah tokoh juga berhasil mencatatkan pencapaian penting dalam pemilihan legislatif di tingkat negara bagian.
Aber Kawas mencetak sejarah sebagai perempuan Muslim Palestina pertama yang berhasil menembus Legislatur Negara Bagian New York.
Di Georgia, Ruwa Romman juga berhasil memenangkan kursi State Senate dengan perolehan suara mencapai 66 persen.
Capaian tersebut memperlihatkan semakin luasnya keterlibatan warga Muslim dalam proses politik Amerika Serikat, mulai dari parlemen nasional hingga lembaga legislatif di tingkat negara bagian.
Lembaga Council on American-Islamic Relations (CAIR) mencatat lebih dari 160 kandidat Muslim ikut bertarung dalam berbagai tingkatan pemilihan pada 2026.
Meningkatnya partisipasi politik tersebut didorong oleh berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Di antaranya kebijakan luar negeri AS terkait konflik Gaza, kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, serta meningkatnya tekanan biaya hidup sehari-hari.
Kekalahan Republik Jadi Pukulan bagi Trump
Di sisi lain, keberhasilan Partai Demokrat menguasai kembali Senat dan DPR menjadi pukulan politik bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik.
Meski mengakui kemenangan Demokrat, Trump mulai menunjukkan sikap keras terhadap kemungkinan kebijakan yang akan diambil Kongres di bawah kendali partai tersebut.
Trump bahkan mengancam akan menggunakan hak veto presiden apabila Demokrat mengesahkan rancangan undang-undang yang dinilainya bertentangan dengan kepentingannya.
“Mereka (Demokrat) akan mengirimkan rancangan undang-undang yang gila, dan saya pasti akan memvetonya,” gertak Trump.
Ancaman tersebut menunjukkan potensi ketegangan antara Gedung Putih dan Kongres setelah perubahan komposisi kekuasaan hasil pemilu sela.
Namun, kemenangan para kandidat Muslim tetap menjadi salah satu catatan penting dalam pemilu kali ini. Keberhasilan mereka merebut dan mempertahankan kursi legislatif menunjukkan semakin besarnya keterwakilan komunitas Muslim dalam politik Amerika Serikat.
red.










