majalahsuaraforum.com – Perjalanan tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, di ajang Korea Open 2026 harus berakhir pada babak 32 besar. Ia gagal melewati wakil Jepang, Yushi Tanaka, setelah kalah dalam pertandingan dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 17-21 di Yeosu, Korea Selatan, Rabu (4/11/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Zaki mengaku kesulitan mengantisipasi pola permainan Tanaka yang berstatus unggulan ketujuh. Ia menilai arah pukulan lawannya sulit dibaca sehingga strategi yang telah disiapkan tidak berjalan sesuai rencana.
Sejak awal laga, Zaki berusaha membangun permainan reli panjang untuk mengimbangi Tanaka. Namun, lawannya mampu mengantisipasi strategi tersebut dan membuat Zaki beberapa kali kehilangan poin.
“Saya harus akui memang belum bisa mengatasi bola-bola Yushi. Pukulannya sulit terbaca,” ujar Zaki seusai pertandingan.
Ia juga menjelaskan bahwa upayanya untuk mengajak Tanaka bermain dalam reli panjang tidak memberikan hasil yang diharapkan. Tanaka dinilai sudah siap menghadapi pola permainan tersebut.
“Dari awal mau mengajak reli, tetapi dia sudah siap jaga dan akhirnya banyak kecolongan dari situ,” katanya.
Sempat Temukan Ritme pada Gim Kedua
Setelah kehilangan gim pertama dengan skor 13-21, Zaki berusaha mengubah pendekatan permainannya pada gim kedua. Ia mulai menemukan pola yang lebih tepat untuk menghadapi tekanan dari Tanaka.
Permainan Zaki pada gim kedua juga dinilai lebih baik dibandingkan gim pembuka. Ia mengaku mulai merasa nyaman dan mampu menemukan ritme permainan yang sesuai.
“Di gim kedua sempat membaik, sempat nyaman juga bermainnya. Sudah mulai menemukan ritme yang pas,” ungkap Zaki.
Meski sempat menunjukkan perkembangan, Zaki tidak mampu mempertahankan momentum tersebut hingga akhir pertandingan. Tanaka kembali mengambil kendali permainan dan membuat posisi Zaki semakin sulit, terutama saat memasuki poin-poin akhir.
“Namun, pada akhir-akhir kembali dia bisa membuat posisi saya tidak enak,” lanjutnya.
Zaki akhirnya harus menyerahkan kemenangan kepada Tanaka setelah kalah 17-21 pada gim kedua. Hasil tersebut sekaligus memastikan langkahnya terhenti di babak 32 besar Korea Open 2026.
Alihkan Fokus ke Kumamoto Masters
Meski gagal melanjutkan perjuangan di Korea Open, Zaki tidak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan. Ia kini mulai mengarahkan perhatiannya pada turnamen berikutnya, yakni Kumamoto Masters yang akan digelar di Jepang pada pekan depan.
Zaki mengatakan, pemulihan kondisi fisik menjadi salah satu prioritas setelah menyelesaikan pertandingan di Korea Selatan. Ia berencana memanfaatkan beberapa hari ke depan untuk mengembalikan kebugarannya sebelum kembali bertanding.
“Masih ada Kumamoto Masters minggu depan, jadi beberapa hari ini akan mencoba pemulihan yang lebih maksimal,” katanya.
Dengan demikian, Zaki diharapkan dapat mempersiapkan diri secara optimal agar bisa tampil lebih baik pada turnamen berikutnya setelah tersingkir dari Korea Open 2026.
jay.










