Home / Olahraga / Cedera Jari Kaki, Ni Kadek Dhinda Gagal Melaju ke Final Indonesia Masters 2026

Cedera Jari Kaki, Ni Kadek Dhinda Gagal Melaju ke Final Indonesia Masters 2026

majalahsuaraforum.com — Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, harus menghentikan langkahnya di babak semifinal Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Ia gagal merebut tiket final setelah kalah dari wakil China yang menempati unggulan kedelapan, Xu Wen Jing, di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Dhinda menyerah dua gim langsung dengan skor identik 12-21 dan 12-21. Performa atlet Indonesia itu tidak maksimal karena mengalami peradangan pada jari kelingking kaki kanan yang membatasi pergerakannya selama pertandingan.

Dhinda mengaku kecewa karena tidak dapat memperlihatkan kemampuan terbaiknya dalam laga penting tersebut. Ia mengatakan rasa sakit pada kaki kanannya mulai muncul sejak Jumat (23/10/2026) malam akibat peradangan pada bagian jari yang mengalami kapalan.

“Saya kecewa belum bisa tampil maksimal di semifinal. Sejak tadi malam, jari kelingking kaki kanan saya mengalami peradangan akibat kapalan dan terasa sakit saat digunakan untuk berjalan maupun menapak,” ujar Dhinda.

Kondisi fisik tersebut membuat Dhinda kesulitan mengikuti tempo permainan Xu Wen Jing. Walaupun sudah mendapatkan penanganan dari tim medis serta dukungan dari pelatih, rasa sakit yang dirasakan tetap menghambat pergerakannya di lapangan.

“Saya kesulitan mengejar bola dan menambah kecepatan, terlebih kaki kanan merupakan tumpuan utama saya,” ungkapnya.

Pertemuan Keempat dengan Xu Wen Jing

Semifinal Indonesia Masters 2026 menjadi pertemuan keempat bagi Dhinda dan Xu Wen Jing. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, atlet Indonesia tersebut juga belum berhasil meraih kemenangan atas pemain asal China itu.

Pertemuan pertama berlangsung pada ajang World Junior Championships (WJC) 2024. Saat itu, Dhinda kalah dalam dua gim langsung dari Xu Wen Jing.

Keduanya kemudian kembali bertanding dalam sebuah turnamen di Riau. Pada pertemuan kedua tersebut, Dhinda harus mengakui keunggulan lawannya setelah menjalani pertandingan yang berlangsung hingga tiga gim.

Sementara itu, pada pertemuan ketiga, Dhinda tidak dapat menyelesaikan pertandingan karena mengalami masalah pada bagian pinggang.

Pada duel keempat di Kudus, Dhinda kembali menghadapi tantangan berat. Selain terkendala cedera, ia juga menilai lawannya memiliki keunggulan dari sisi teknik permainan, kecepatan, dan jangkauan bola.

“Lawan saya memiliki keunggulan dalam jangkauan, kecepatan, serta variasi serangan, terutama lob yang dalam dan drop shot yang tajam,” jelas Dhinda.

Cedera Jadi Bahan Evaluasi

Meski mengalami kekalahan dengan selisih sembilan poin pada masing-masing gim, Dhinda menilai dirinya masih berpeluang memberikan perlawanan yang lebih ketat apabila kondisi fisiknya berada dalam keadaan prima.

Cedera pada jari kelingking kaki kanan membuatnya kesulitan menjangkau bola dan mengembangkan permainan sesuai strategi yang telah disiapkan. Keterbatasan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilannya di semifinal.

Kegagalan melangkah ke final Indonesia Masters 2026 menjadi bahan evaluasi bagi Dhinda untuk memperbaiki kualitas permainan ke depannya. Ia juga perlu meningkatkan kemampuan dalam menghadapi lawan yang memiliki postur tubuh tinggi, terutama dalam mengantisipasi jangkauan dan variasi serangan.

Hasil pertandingan ini sekaligus mengakhiri perjuangan Dhinda di sektor tunggal putri pada turnamen tersebut. Sementara itu, Xu Wen Jing berhasil mengamankan tempat di final setelah mengalahkan wakil Indonesia itu dalam dua gim langsung.

 

jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *