Home / Politik / Said Aqil Siroj Bantah Terlibat dalam Buku ‘Islam Ala Prabowo’

Said Aqil Siroj Bantah Terlibat dalam Buku ‘Islam Ala Prabowo’

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan klarifikasi setelah namanya tercantum dalam buku berjudul Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh M. Sofwan Erce yang merupakan Sekretaris Pribadi (Sespri) KH Said Aqil Siroj. Ia menjelaskan bahwa Said Aqil tidak memiliki keterlibatan dalam proses penulisan maupun penyusunan buku tersebut.

Sofwan menyebut Said Aqil menyayangkan pencantuman namanya. Ia menegaskan bahwa tokoh Nahdlatul Ulama tersebut tidak pernah menulis, menyusun, ataupun menyumbangkan tulisan untuk buku yang membahas praktik ajaran Islam oleh Prabowo Subianto tersebut.

“Kiai Said menyayangkan pencantuman nama beliau dalam buku tersebut. Kiai Said tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan tulisan untuk buku dimaksud,” kata Sofwan dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Menurut Sofwan, keberadaan nama Said Aqil di dalam buku tersebut juga tidak boleh dianggap sebagai bentuk pernyataan maupun tanda bahwa dirinya ikut terlibat dalam proses penyusunan buku.

“Dengan demikian, pencantuman nama beliau dalam buku tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pernyataan, tulisan, maupun bentuk keterlibatan beliau dalam penyusunan buku,” ujarnya.

Berharap Namanya Dihapus Menanggapi pencantuman tersebut, Said Aqil berharap pihak yang terkait segera menghapus namanya dari buku Islam Ala Prabowo.

Permintaan tersebut disampaikan melalui Sofwan yang kembali menegaskan bahwa Said Aqil tidak memberikan kontribusi tulisan ataupun terlibat dalam penyusunan buku tersebut.

“Kiai Said berharap agar nama beliau dapat segera di-take down atau dihapus dari buku tersebut,” sambung Sofwan menegaskan.

Buku Islam Ala Prabowo Jadi Perbincangan Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam sebelumnya menjadi pembahasan di media sosial setelah foto sampul dan daftar isi buku beredar luas.

Peredaran informasi mengenai buku tersebut kemudian memunculkan diskusi publik, terutama terkait pemilihan judul serta pencantuman atau atribusi tulisan sejumlah tokoh yang namanya terdapat di dalam buku.

Buku tersebut diketahui diterbitkan pada 2025 dengan jumlah 368 halaman. Penyusunannya dilakukan oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Proses penulisan buku tersebut diinisiasi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar.

Sementara itu, peluncuran resmi buku dilakukan pada 26 Agustus 2025. Peluncuran tersebut berlangsung bertepatan dengan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *