Home / Politik / Sebanyak 12.000 Mahasiswa dan Aktivis Bersiap Gelar Aksi di Bundaran HI

Sebanyak 12.000 Mahasiswa dan Aktivis Bersiap Gelar Aksi di Bundaran HI

majalahsuaraforum.com – Aksi demonstrasi yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026) diperkirakan diikuti sekitar 10.000 hingga 12.000 orang. Peserta aksi terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, buruh, petani, serta sejumlah elemen masyarakat sipil.

Sebelum bertolak menuju Jakarta, mahasiswa dari berbagai kampus berkumpul di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Selain mahasiswa UI, peserta yang hadir juga berasal dari sejumlah perguruan tinggi lain, termasuk dari luar wilayah Jabodetabek.

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, menyebut jumlah massa yang akan mengikuti aksi tersebut mencapai belasan ribu orang.

“Jumlah massa 10.000 sampai 12.000, itu jumlah keseluruhan,” kata Hafidz Haernanda.

Menurut Hafidz, demonstrasi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini melibatkan beragam kelompok masyarakat. Mereka berencana menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan nasional, mulai dari kebijakan ekonomi hingga penggunaan anggaran negara.

Massa juga mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi Jadi Momentum Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Hafidz menjelaskan, demonstrasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Ia menilai aspirasi, kritik, dan tuntutan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai forum belum mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil kembali turun ke jalan.

“Kami merasakan bahwa tidak ada sama sekali tanggapan ataupun kritik kami yang memang diterima oleh pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Hafidz.

Ia menegaskan, persoalan utama dalam aksi kali ini bukan hanya banyaknya tuntutan yang ingin disampaikan. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah kesediaan pemerintah untuk mendengarkan dan menanggapi aspirasi masyarakat.

Hafidz juga memperingatkan bahwa aksi di pusat ibu kota tersebut akan menjadi penanda bagi masyarakat mengenai pentingnya memperjuangkan hak untuk menyampaikan pendapat.

“Bila nanti kami di Bundaran HI, yaitu di pusat Jakarta, mereka masih tidak bisa mendengarkan kita, saya rasa bahwa kita semua, Indonesia, harus sadar. Sadar kita dibungkam, sadar kita tidak dipedulikan,” tuturnya.

Komite Sadar Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Berpartisipasi

Perwakilan Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar), Rafi, yang juga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengatakan demonstrasi tersebut digelar sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi Indonesia.

Menurut Rafi, gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan aspirasi publik.

“Per hari ini, kami akan melakukan aksi untuk menyikapi dan juga menanggapi terkait permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia,” ujar Rafi.

Rafi menambahkan, aksi tersebut tidak terbatas bagi mahasiswa atau kalangan pemuda. Komite Sadar membuka kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat sipil untuk bergabung dan menyuarakan keresahan mereka terhadap situasi nasional.

Ajakan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Menurut Rafi, keterlibatan masyarakat secara luas diperlukan agar berbagai persoalan yang disuarakan dalam demonstrasi dapat menjadi perhatian bersama.

“Kami ingin aksi ini dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat sipil, bukan hanya oleh unsur pemuda ataupun mahasiswa. Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk hadir dan turun ke jalan pada tanggal 28 Oktober 2026 ini,” kata Rafi.

Para mahasiswa menyatakan akan terus menggelar aksi apabila aspirasi masyarakat dinilai tetap tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Demonstrasi di Bundaran HI tersebut menjadi salah satu upaya mereka untuk menyampaikan tuntutan sekaligus mendorong pemerintah merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

 

de.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *