Home / Ekonomi / Tito Karnavian Dorong Percepatan Pencairan Anggaran Tambahan untuk Pemulihan Pascabencana Aceh

Tito Karnavian Dorong Percepatan Pencairan Anggaran Tambahan untuk Pemulihan Pascabencana Aceh

majalahsuaraforum.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera menyetujui dan mencairkan tambahan anggaran bagi empat program prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana di Aceh. Tambahan dana tersebut dinilai penting untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak bencana.

Permintaan tersebut disampaikan Tito saat menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026). Menurutnya, empat program yang diusulkan merupakan kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat segera merasakan manfaat proses pemulihan.

“Nah ini yang tadi saya sampaikan pada rapat ini, ada empat (kementerian) yang menurut saya super prioritas. Yang mohon dari Bapak Menteri Keuangan bisa meng-approve secepat mungkin,” kata Tito.

Empat sektor yang menjadi prioritas meliputi pertanian, kelautan dan perikanan, keagamaan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dana tambahan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak.

Tito menjelaskan, usulan anggaran mencakup sekitar Rp2,6 triliun untuk Kementerian Pertanian guna memperbaiki lahan sawah dan perkebunan yang rusak. Selanjutnya, Rp1,5 triliun dialokasikan bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk rehabilitasi tambak ikan dan udang.

Selain itu, Kementerian Agama diusulkan menerima Rp4,8 triliun untuk memperbaiki pesantren, madrasah, serta rumah ibadah yang terdampak. Sementara Kementerian UMKM diusulkan memperoleh sekitar Rp600 miliar guna membantu pemulihan warung, kafe, dan pelaku UMKM yang terkena dampak bencana.

Meski rincian kebutuhan dari keempat sektor tersebut mencapai sekitar Rp9,5 triliun, Tito menyebut pemerintah mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp6 triliun untuk segera disetujui.

“Yang keempat (kementerian) ini saya memohon totalnya lebih kurang Rp6 triliun. Itu mohon di-approve,” ujarnya.

Ia mengakui sejumlah dokumen administrasi dari kementerian terkait masih dalam proses penyelesaian. Namun demikian, Tito berharap komunikasi dan proses persetujuan dapat dipercepat sehingga dana segera dapat dicairkan.

“Kalau sudah di-transfer maka kami nanti, saya sebagai Ketua Satgas, akan bisa mendorong percepatan pemulihan rehab rekon Aceh,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Tito juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mencairkan Rp31,1 triliun dari total alokasi Rp39 triliun yang disiapkan tahun ini bagi kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Aceh.

“Alhamdulillah sudah cair, ditransfer, di-approve oleh Menteri Keuangan. Dari Rp39 triliun sudah cair sampai Rp31,1 triliun di tujuh instansi yang menurut saya penting,” ujar Tito.

Dana yang telah dicairkan tersebut antara lain dialokasikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp21,1 triliun untuk pembangunan jalan, jembatan, dan infrastruktur sungai. Selanjutnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerima Rp4,1 triliun guna memperbaiki 4.992 sekolah yang terdampak bencana.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memperoleh Rp2,3 triliun untuk pembangunan hunian tetap. Kementerian Kesehatan menerima sekitar Rp562 miliar untuk rehabilitasi fasilitas kesehatan, sedangkan Kementerian Sosial memperoleh Rp2,5 triliun yang digunakan untuk penyaluran bantuan sosial dan jaminan hidup bagi masyarakat terdampak.

Di luar alokasi untuk kementerian dan lembaga, pemerintah juga telah menyalurkan Rp10,6 triliun secara langsung kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak bencana.

Tito menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi pelaksanaan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi agar berjalan sesuai target. Ia juga meminta kementerian terkait maupun Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Aceh secara rutin menyampaikan perkembangan pelaksanaan program kepada masyarakat.

“Saya minta untuk kementerian maupun Satgas nanti akan mengekspos, menyampaikan kepada publik kegiatan-kegiatannya,” ujar Tito.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh