Home / Nasional / Gubernur Aceh Sampaikan Duka untuk Venezuela, Ingat Bantuan Saat Tsunami 2004

Gubernur Aceh Sampaikan Duka untuk Venezuela, Ingat Bantuan Saat Tsunami 2004

majalahsuaraforum.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan rasa belasungkawa atas bencana gempa bumi yang melanda Venezuela dan mengakibatkan ribuan korban jiwa. Menurutnya, masyarakat Aceh tidak melupakan bantuan kemanusiaan yang pernah diberikan Venezuela ketika provinsi tersebut dilanda tsunami pada 2004.

Mualem berharap Venezuela dapat segera bangkit dari bencana yang sedang dihadapi. Ia juga menyampaikan doa agar seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

“Pemerintah Aceh menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam, semoga kondisi Venezuela dapat segera pulih kembali,” kata Mualem di Banda Aceh, Kamis (2/7/2026).

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Mualem turut mengajak masyarakat Aceh untuk mendoakan keselamatan para korban yang selamat. Selain itu, ia mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan agar ikut memberikan bantuan kemanusiaan kepada Venezuela sebagai bentuk solidaritas.

“Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka,” katanya.

Nurlis menjelaskan bahwa Mualem memahami beratnya cobaan yang sedang dialami Venezuela karena Aceh pernah merasakan bencana besar yang membawa dampak kemanusiaan sangat luas.

“Kita dahulu pernah mengalami bencana tsunami yang dahsyat,” ujarnya.

Gempa berkekuatan 9,1 hingga 9,3 magnitudo yang mengguncang Samudra Hindia pada 26 Desember 2004 memicu tsunami besar yang merenggut lebih dari 170.000 korban jiwa di Aceh. Pada masa tanggap darurat dan rekonstruksi, Venezuela menjadi salah satu negara yang memberikan bantuan kepada Aceh.

Saat itu, Venezuela menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar Amerika Serikat yang digunakan untuk mendukung pemulihan infrastruktur, layanan kesehatan, serta penanganan darurat bagi para penyintas bencana.

Salah satu bentuk nyata hubungan kemanusiaan tersebut adalah berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Kabupaten Aceh Besar. Nama Venezuela yang disematkan pada institusi pendidikan tersebut menjadi simbol penghargaan atas dukungan yang diberikan negara itu selama proses rekonstruksi pascatsunami.

Sementara itu, gempa kembar berkekuatan Mw 7,2 dan Mw 7,5 yang berpusat di San Felipe, Yaracuy, mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026). Hingga Kamis (2/7/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai sedikitnya 2.295 orang.

Pemerintah Venezuela telah menetapkan status keadaan darurat nasional serta masa berkabung selama tujuh hari. Selain ribuan korban meninggal, sebanyak 11.267 orang mengalami luka-luka dan 43.251 orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat tertimbun reruntuhan bangunan.

Bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah. Operasional Bandara Internasional Simón Bolívar dan Pelabuhan La Guaira turut terdampak, sementara aktivitas pendidikan dihentikan dan fasilitas kesehatan menghadapi lonjakan jumlah korban.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela. Indonesia juga bergabung bersama 24 negara lainnya dalam memberikan dukungan kemanusiaan guna membantu proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh saat ini juga masih fokus menangani bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten dan kota sejak akhir November 2025. Banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur yang berdampak pada ribuan warga.

Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh