Home / Ekonomi / ESDM Jamin Pasokan dan Subsidi Energi Tetap Stabil di Tengah Ketegangan Global

ESDM Jamin Pasokan dan Subsidi Energi Tetap Stabil di Tengah Ketegangan Global

majalahsuaraforum.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan energi nasional serta penyaluran subsidi energi kepada masyarakat tetap aman meskipun situasi geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah, mengalami peningkatan ketegangan.

Pemerintah menilai perkembangan kondisi internasional perlu terus dicermati karena dapat memengaruhi rantai pasok energi global. Oleh sebab itu, berbagai langkah antisipatif telah dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi, Hangga, menjelaskan bahwa koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait terus diperkuat guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap pasokan energi maupun distribusi subsidi.

“Koordinasi lintas kementerian terus berjalan intensif guna menjaga stabilitas stok dan mengamankan penyaluran subsidi energi bagi masyarakat tetap aman hingga akhir tahun,” ujar Hangga, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, termasuk kondisi di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi energi dunia.

Saat berbicara dalam acara Temu Nasional Alumni Penerima Beasiswa di Jakarta pada Jumat (5/6/2026), Hangga menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau berbagai dampak yang mungkin timbul terhadap sektor energi nasional. Hal ini penting mengingat Indonesia masih bergantung pada impor sejumlah komoditas energi, seperti bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah, dan LPG.

Sebagai langkah mitigasi terhadap gejolak harga energi global, Kementerian ESDM terus menjalankan berbagai program yang mendukung agenda ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Program tersebut sejalan dengan visi pembangunan yang tercantum dalam Asta Cita pemerintah.

Hangga menilai Indonesia memiliki modal yang kuat dalam sektor energi dan sumber daya alam. Selain mencatat surplus pada komoditas gas pipa, LNG, dan CNG, Indonesia juga merupakan salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis dunia, seperti nikel, tembaga, emas, serta batu bara.

“Namun, tantangan besar muncul dari tingginya konsumsi domestik akibat bonus demografi,” sebut Hangga.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis minyak bumi, pemerintah terus mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan. Sejumlah program prioritas yang sedang dijalankan antara lain pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW), percepatan program listrik desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta implementasi program biodiesel B50.

Selain itu, pemerintah juga menaruh harapan besar pada peningkatan kapasitas RDMP Balikpapan yang diharapkan dapat mendukung upaya penghentian impor solar pada masa mendatang.

Hangga menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan kemandirian energi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Menurutnya, kerja sama lintas sektor dan lintas generasi menjadi faktor penting untuk mencapai target ketahanan energi, swasembada pangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan, di antaranya Atip Latipulhayat, Tiar Nabilla Karbala, Yudhistira Nugraha, Ratna Prabandari, serta Asep Saefudin.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pasokan energi nasional dapat terus terjaga sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui keberlanjutan program subsidi energi di tengah ketidakpastian kondisi global.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh