majalahsuaraforum.com – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina dilaporkan tidak lagi menyediakan bahan bakar jenis Pertalite. Perubahan ini terjadi seiring meningkatnya status beberapa SPBU menjadi kategori SPBU Signature.
Pihak Pertamina Patra Niaga melalui Corporate Secretary, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan tersebut dilakukan atas permintaan pengelola SPBU masing-masing.
“Kalau ini karena berubah jadi SPBU Signature. Atas permintaan dari SPBU yang bersangkutan,” ujar Roberth pada Rabu (6/5/2026).
SPBU Signature Tidak Layani BBM Subsidi Roberth menegaskan bahwa SPBU dengan status Signature memiliki standar layanan dan fasilitas yang lebih tinggi dibandingkan SPBU biasa. Konsekuensinya, SPBU jenis ini tidak lagi menjual bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite.
“SPBU Signature memang tidak menjual BBM subsidi,” kata Roberth.
Sebagai gantinya, SPBU Signature hanya menyediakan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Pertamina Dex. Model layanan ini menekankan kenyamanan serta kualitas fasilitas bagi konsumen.
Ia juga mencontohkan bahwa salah satu SPBU yang telah lebih dulu menerapkan konsep ini adalah SPBU Signature di kawasan Pondok Indah.
Daftar SPBU yang Beralih Status Berikut sejumlah SPBU di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang telah beralih menjadi SPBU Signature dan tidak lagi menjual Pertalite:
Jakarta Barat: Jl. S. Parman No.70 Slipi
Jakarta Selatan: Jl. Sultan Iskandar Muda, Kebayoran
Jakarta Selatan: Jl. Fatmawati No.6, Cilandak
Jakarta Barat: Jl. Peternakan II No.18, Cengkareng
Jakarta Pusat: Jl. Cideng Timur No.50, Gambir
Jakarta Barat: Jl. Pos Pengumben, Srengseng
Jakarta Selatan: Jl. Pangeran Antasari No.10
Jakarta Selatan: Jl. Raya Pasar Minggu
Jakarta Timur: Jl. Jendral Ahmad Yani No.9
Jakarta Timur: Jl. Raya Bina Marga, Ceger
Jakarta Utara: Kawasan Perikanan Samudra Muara Baru
Depok: Pondok Rangon
Kabupaten Bogor: Jl. Raya Letnan Sukarna, Ciampea
Bagian dari Penyesuaian Distribusi BBM Perubahan status SPBU ini menjadi bagian dari penyesuaian distribusi BBM, di mana penyaluran bahan bakar bersubsidi semakin diperketat. Selain itu, terdapat kecenderungan pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM nonsubsidi.
Langkah ini juga mencerminkan diferensiasi layanan SPBU, di mana sebagian titik difokuskan pada pelayanan premium, sementara distribusi BBM subsidi tetap tersedia di SPBU reguler.
Lan.











