Home / Nasional / Longsor di Jalur Cibeber-Lampegan Ganggu Operasional, Enam Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

Longsor di Jalur Cibeber-Lampegan Ganggu Operasional, Enam Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

majalahsuaraforum.com – Perjalanan kereta api di lintas KA Siliwangi kembali mengalami gangguan setelah terjadi longsor di petak jalur Cibeber-Lampegan, Kamis (23/4/2026). Akibat kejadian tersebut, sebanyak enam jadwal perjalanan kereta terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan penumpang.

Gangguan ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cibeber sejak Rabu malam (22/4/2026), sehingga menyebabkan longsoran tanah atau gogosan di kilometer 73+900 hingga 74+000. Longsoran tersebut memiliki panjang sekitar 12 meter dengan kedalaman mencapai 4 meter.

Material tanah yang bergerak kembali menggerus jalur rel yang sebelumnya masih dalam tahap perbaikan, sehingga untuk sementara lintasan tidak dapat dilalui.

Manager Humasda PT Kereta Api Indonesia Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa hujan deras menyebabkan debit air meningkat dan memperparah kondisi struktur rel di lokasi terdampak.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan, khususnya di lokasi terdampak. Hujan deras menyebabkan debit air meningkat dan kembali menggerus struktur jalur yang sedang diperbaiki,” ujar Kuswardojo, Kamis (23/4/2026).

Sebagai langkah penanganan, PT Kereta Api Indonesia Daop 2 Bandung langsung mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan jalur. Proses perbaikan difokuskan pada penguatan tubuh ban rel dengan penambahan material di area yang tergerus serta perkuatan struktur tanah penopang.

“KAI Daop 2 Bandung terus mengoptimalkan upaya perbaikan di lokasi gogosan dengan melakukan perkuatan tubuh ban rel melalui penambahan material pada area terdampak. Kami menargetkan proses perbaikan ini dapat selesai hari ini,” kata Kuswardojo.

Jika pekerjaan berjalan sesuai target, jalur rel diperkirakan sudah bisa kembali dilalui pada Jumat (24/4/2026) sehingga operasional KA Siliwangi dapat kembali normal.

“Dengan selesainya perbaikan, diharapkan mulai Jumat (24/4/2026), perjalanan KA Siliwangi dapat kembali beroperasi secara normal,” tambahnya.

Akibat gangguan tersebut, enam perjalanan KA Siliwangi pada Kamis terpaksa dibatalkan. Bahkan, untuk alasan keselamatan, KA Siliwangi nomor 345 dengan relasi Cipatat–Sukabumi hanya dioperasikan sampai Stasiun Cibeber.

Pihak KAI menegaskan bahwa keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama. Sebelum jalur kembali dibuka, akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan lintasan benar-benar aman dilalui.

Selain itu, KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak oleh gangguan operasional tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para pelanggan yang terdampak. KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta memastikan perjalanan kereta api dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar,” tutup Kuswardojo.

Masyarakat dan calon penumpang diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari PT Kereta Api Indonesia terkait jadwal perjalanan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu longsor di sekitar jalur rel.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh