majalahsuaraforum.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan hasil produksi dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen.
Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan publik terkait pengadaan kendaraan operasional tersebut. Dadan menjelaskan bahwa seluruh unit motor listrik diproduksi di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat, sehingga turut memberikan kontribusi terhadap penguatan industri nasional.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan,” kata Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Distribusi Menunggu Penyelesaian Administrasi Dadan mengungkapkan bahwa saat ini seluruh motor listrik tersebut belum didistribusikan kepada penerima manfaat. Hal ini karena masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).
Ia menekankan bahwa proses administrasi harus diselesaikan terlebih dahulu agar penggunaan kendaraan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.
“Motor listrik ini belum didistribusikan. Kami memastikan seluruh proses administrasi, termasuk pencatatan sebagai BMN, diselesaikan terlebih dahulu agar penggunaannya tertib, transparan, dan akuntabel,” terangnya.
Puluhan Ribu Unit untuk Wilayah Sulit Akses Sebelumnya, Dadan menyampaikan bahwa pengadaan motor listrik tersebut ditujukan untuk mendukung operasional SPPG, khususnya di wilayah yang memiliki akses transportasi terbatas. Program ini merupakan bagian dari rencana pengadaan tahun 2025.
Dari total sekitar 25 ribu unit yang direncanakan, sebanyak 21.801 unit telah terealisasi. Motor-motor tersebut nantinya akan digunakan oleh petugas di lapangan guna menunjang mobilitas dalam menjalankan tugas.
“Kita akan distribusikan nanti untuk operasional, seluruh orang yang ada di SPPG, terutama di daerah-daerah yang sulit,” kata Dadan.
Dukung Kelancaran Program Makan Bergizi Gratis Ketika ditanya mengenai urgensi pengadaan kendaraan tersebut, Dadan menjelaskan bahwa keberadaan motor listrik sangat penting untuk menunjang distribusi dan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di daerah terpencil.
Dengan adanya kendaraan operasional yang memadai, diharapkan pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi.
Dorong Industri Nasional Sekaligus Efisiensi Program Pengadaan motor listrik ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung operasional program pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Dengan nilai TKDN yang signifikan, langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus memastikan efisiensi dan keberlanjutan program di lapangan.
Dw.











