majalahsuaraforum.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan Gerakan Indonesia Bercerita sebagai upaya menghidupkan kembali cerita rakyat sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lisan Indonesia yang mulai tergerus di kalangan generasi muda.
Program yang akan mulai dijalankan pada 2026 hingga 2027 tersebut dirancang sebagai gerakan nasional untuk membangun kembali budaya bertutur melalui pelatihan, pendampingan, dan program inkubasi bagi calon pendongeng dari berbagai daerah.
“Nanti kita akan membuat satu Gerakan Indonesia Bercerita tahun ini sampai tahun depan menjadi satu gerakan,” kata Menteri Fadli Zon, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya menghadirkan lokakarya mendongeng, tetapi juga program inkubasi yang bertujuan melahirkan generasi baru pendongeng sehingga budaya bercerita dapat terus diwariskan.
“Supaya mendongeng ini juga menjadi tradisi,” ujarnya.
Fadli Zon menjelaskan bahwa kegiatan mendongeng merupakan bagian penting dari objek pemajuan kebudayaan, khususnya tradisi lisan yang memiliki banyak bentuk di Indonesia.
“Karena ini hakikatnya adalah bagian dari objek pemajuan kebudayaan tradisi lisan, itu macam-macam bentuknya, mulai dari wayang juga boleh dibilang itu bagian dari tradisi lisan juga ya, walaupun itu sudah menjadi warisan budaya tak benda kita,” jelasnya.
Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat dan tradisi lisan yang tersebar di berbagai daerah. Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kebudayaan, Neno Warisman, menyampaikan bahwa program inkubasi akan dilaksanakan di sejumlah daerah, di antaranya Sumenep, Madiun, Pontianak, dan Makassar.
Selain itu, Kementerian Kebudayaan telah lebih dahulu menyelenggarakan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 sebagai langkah awal memperkenalkan kembali, mendokumentasikan, dan menghidupkan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kementerian Kebudayaan juga telah menggelar Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 sebagai langkah awal untuk memperkenalkan kembali, mendokumentasikan, dan menghidupkan cerita rakyat Indonesia,” jelasnya.
Program tersebut akan kembali digelar pada 2027 dengan fokus memperkuat budaya bercerita di lingkungan keluarga, mendorong keterlibatan masyarakat, serta memanfaatkan cerita rakyat sebagai media pendukung pembelajaran.
Melalui rangkaian program ini, cerita rakyat dari berbagai daerah diharapkan tidak hanya terdokumentasi dengan baik, tetapi juga semakin mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga tetap menjadi bagian dari kehidupan budaya Indonesia.
“Gala Cerita Rakyat Indonesia menjadi wadah bagi keluarga, pendidik, pegiat budaya, komunitas, dan generasi muda untuk berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan tradisi lisan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” tutupnya.
Dw.










