majalahsuaraforum.com – Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh mengalami peningkatan signifikan selama masa arus balik libur Lebaran 2026. Pada puncak arus balik Idulfitri 1447 Hijriah, volume penumpang tercatat mencapai sekitar 24.000 orang per hari, atau naik 20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Manager Corporate Communications Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Emir Monti, mengungkapkan bahwa hingga saat ini penjualan tiket Whoosh selama periode angkutan Lebaran menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.
“Secara total, kita sudah menjual sebanyak 217.000 tiket untuk keberangkatan 13 Maret sampai dengan 30 Maret 2026 selama masa posko angkutan Lebaran yang ditetapkan Kementerian Perhubungan,” ujar Emir, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa lonjakan jumlah penumpang terutama terjadi pada rute dari wilayah Bandung, khususnya melalui Stasiun Padalarang dan Stasiun Tegalluar menuju Halim, Jakarta.
Menurut Emir, peningkatan penumpang terlihat jelas dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (23/3/2026), jumlah penumpang mencapai sekitar 23.000 orang dalam satu hari. Angka tersebut kemudian meningkat pada H+3 Lebaran menjadi 24.315 penumpang.
“Pada hari ini jumlah penumpang yang kembali ke Jakarta juga masih tinggi. Diperkirakan hingga keberangkatan terakhir pukul 21.00 sampai 23.00 WIB dari Stasiun Padalarang jumlahnya terus bertambah,” katanya.
Capaian tersebut melampaui rekor puncak angkutan Lebaran tahun 2025 yang mencatat jumlah penumpang harian tertinggi sebanyak 23.462 orang.
KCIC memperkirakan tren arus balik masih akan berlanjut hingga akhir masa libur sekolah. Bahkan, potensi lonjakan penumpang kembali diprediksi terjadi pada akhir pekan mendatang.
“Kami memprediksi kemarin sebagai puncak arus balik. Namun, tidak menutup kemungkinan pada 28 dan 29 Maret, yaitu Sabtu dan Minggu, akan kembali terjadi peningkatan karena sebagian masyarakat mungkin memilih kembali menjelang anak masuk sekolah,” jelas Emir.
Secara keseluruhan, KCIC memperkirakan jumlah penumpang Whoosh selama masa angkutan Lebaran tahun ini meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami memprediksi ada kenaikan 4 persen secara total pada masa angkutan Lebaran kali ini, dari 290.000 penumpang menjadi 300.000 penumpang pada 2026. Untuk puncak harian, tahun lalu 23.000 penumpang, sedangkan tahun ini diperkirakan 24.000 hingga 25.000 penumpang,” tandasnya.
Lonjakan jumlah penumpang ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta cepat sebagai pilihan utama perjalanan, khususnya pada periode arus balik Lebaran.
Dw.











