majalahsuaraforum.com — Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel, termasuk ke Tel Aviv dan Bandara Ben Gurion. Serangan ini disebut sebagai respons atas tewasnya sejumlah pejabat tinggi Iran dalam konflik sebelumnya.
Beberapa tokoh yang dilaporkan tewas antara lain Menteri Intelijen Esmail Khatib, pejabat senior Ali Larijani, serta komandan pasukan Basij Gholamreza Soleimani.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik sekutu NATO dan negara mitra karena tidak ikut serta dalam upaya militer menghadapi Iran. Ia menilai negara-negara tersebut tidak menunjukkan dukungan meskipun selama ini mendapatkan perlindungan dari Amerika Serikat.
Situasi konflik ini juga berdampak besar pada sektor energi global. Harga minyak dunia melonjak hingga menembus USD110 per barel, meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan sebelum konflik memanas. Lonjakan ini memicu kekhawatiran akan krisis energi yang lebih luas, terutama di kawasan Teluk yang menjadi pusat produksi energi dunia.
Selain itu, serangan juga dilaporkan berdampak pada infrastruktur energi di kawasan tersebut, termasuk fasilitas gas di Ras Laffan, Qatar, yang mengalami kebakaran.
Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa negaranya akan terus melakukan pembalasan atas kematian para pejabat penting tersebut. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut justru akan memperkuat tekad Iran dalam menghadapi tekanan dari pihak luar.
Perkembangan ini menambah kekhawatiran dunia terhadap eskalasi konflik yang lebih luas, sekaligus meningkatkan ketidakpastian di sektor geopolitik dan ekonomi global.
Red











