Home / Ekonomi / Harga Ayam di Jakarta Melonjak Tajam Jelang Ramadan, Warga Terpaksa Kurangi Belanja

Harga Ayam di Jakarta Melonjak Tajam Jelang Ramadan, Warga Terpaksa Kurangi Belanja

majalahsuaraforum.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, harga ayam potong di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mengalami kenaikan yang cukup drastis. Meski puasa masih beberapa hari lagi, harga ayam ukuran besar kini sudah mencapai Rp 65.000 hingga Rp 70.000 per ekor. Kondisi ini bahkan disebut lebih tinggi dibandingkan harga ayam menjelang Lebaran tahun lalu.

Kenaikan harga tersebut tidak hanya dirasakan oleh para pembeli, tetapi juga pedagang yang langsung berhadapan dengan perubahan harga di pasar. Para pedagang mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi secara bertahap selama beberapa pekan terakhir, hingga akhirnya melampaui batas harga normal.

Di Pasar Rawasari, ayam ukuran kecil yang sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp 30.000 per ekor, kini naik menjadi Rp 33.000 hingga Rp 35.000 per ekor.

Sementara itu, ayam ukuran besar yang sebelumnya berada di kisaran Rp 55.000 sampai Rp 60.000 per ekor, kini meningkat menjadi Rp 65.000 hingga Rp 70.000 per ekor.

Salah satu pedagang ayam potong di pasar tersebut, Amin, menyampaikan bahwa kenaikan harga saat ini bahkan melebihi lonjakan yang terjadi menjelang Lebaran sebelumnya.

“Harga hari ini sudah naik banyak, lebih dari 20% dan sudah melampaui harga Lebaran kemarin. Kalau dulu sekitar Rp 60.000, sekarang bisa Rp 65.000 bahkan sampai Rp 70.000,” ujar Amin kepada wartawan, Senin (16/2/2026).

Amin juga memperkirakan harga ayam masih berpotensi kembali naik seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan mendekati Idulfitri. Meski demikian, ia menilai bahwa pasokan ayam di pasar masih berada dalam kondisi aman.

Tidak hanya pedagang, para konsumen pun mengeluhkan lonjakan harga yang semakin memberatkan kebutuhan rumah tangga. Banyak pembeli mengaku harus mengurangi jumlah pembelian karena harga yang semakin mahal.

Salah satunya adalah Mulyanah, seorang konsumen yang merasa kenaikan harga ayam cukup membebani pengeluaran keluarganya.

“Harga memang naik, jadi harus dikurangi belinya. Yang penting masih bisa makan walaupun sedikit, karena kasihan anak-anak,” katanya.

Mulyanah berharap pemerintah segera turun tangan melalui operasi pasar atau kebijakan intervensi harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang Idulfitri.

Para pedagang juga memprediksi kenaikan harga masih mungkin terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan puasa. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin menekan daya beli warga jika tidak diimbangi dengan langkah stabilisasi dari pemerintah.

Hingga saat ini, aktivitas jual beli ayam di Pasar Rawasari masih berjalan seperti biasa. Namun, pembeli terlihat lebih berhati-hati dan selektif dalam berbelanja karena lonjakan harga komoditas tersebut.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh