Home / Nasional / Kementan Siapkan Rp 336 Miliar untuk Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Aceh dan Sumatra

Kementan Siapkan Rp 336 Miliar untuk Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Aceh dan Sumatra

majalahsuaraforum.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan dana sekitar Rp 336 miliar guna mempercepat rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak banjir di sejumlah wilayah, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pemulihan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali berproduksi. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan di daerah-daerah yang terdampak bencana.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menjelaskan bahwa pemerintah berfokus pada percepatan perbaikan lahan serta infrastruktur pendukung seperti irigasi yang mengalami kerusakan akibat banjir.

“Harapan pemerintah ke depan adalah segera merehabilitasi lahan sawah dan memperbaiki irigasi pertanian yang rusak agar dapat dimanfaatkan kembali oleh petani untuk menanam,” ujar Hermanto dilansir dari Antara.

Hermanto juga menuturkan bahwa kondisi cuaca masih menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan rehabilitasi di lapangan. Curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah Sumatra masih terus terjadi, sehingga berdampak pada kesiapan sawah untuk dibersihkan dari endapan lumpur.

Tantangan tersebut dirasakan di sejumlah desa di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, di mana lahan sawah yang seharusnya sudah dipersiapkan untuk pengangkatan sedimen justru kembali terdampak hujan deras.

Menurut Hermanto, situasi ini membuat tim teknis harus menyesuaikan langkah penanganan agar program rehabilitasi tetap berjalan efektif.

“Sehingga saat ini kami akan melakukan survei ulang di lapangan untuk mengidentifikasi sedimen atau endapan lumpur baru yang ke depan akan memengaruhi biaya penanganannya seperti pembuangan sedimen di lahan, di saluran irigasi, dan lain-lain,” ucapnya.

Kementan melakukan berbagai bentuk intervensi sesuai tingkat kerusakan lahan. Sawah dengan kategori kerusakan ringan ditangani melalui kegiatan optimasi lahan. Sementara itu, lahan dengan kerusakan sedang hingga berat akan masuk dalam program rehabilitasi khusus dengan prioritas pembersihan berdasarkan dokumen rencana teknis dan pagu anggaran yang tersedia.

Selain rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi pertanian juga menjadi bagian penting dari program Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan.

Hermanto menyebutkan bahwa langkah ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar optimasi lahan pada sawah terdampak bencana dialokasikan seluas 32.000 hektare. Program tersebut mencakup kegiatan konstruksi seperti pembersihan lahan, penataan kembali area sawah, perbaikan infrastruktur, pengolahan tanah, hingga pemanfaatan lahan agar dapat kembali produktif.

Di sisi lain, rehabilitasi sawah terdampak bencana juga dialokasikan seluas 9.900 hektare. Kegiatan ini mencakup pembersihan lahan, perapihan, serta perataan tanah agar lahan siap digunakan kembali untuk aktivitas pertanian.

Tak hanya itu, pekerjaan teknis lainnya juga dilakukan, seperti penggalian saluran irigasi, pembuatan pematang, pembangunan saluran pembuangan atau drainase, pengolahan tanah, hingga rehabilitasi infrastruktur pendukung di tingkat usaha tani.

Program rehabilitasi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak banjir serta menjaga stabilitas produksi pangan nasional, khususnya di kawasan Sumatra.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh