majalahsuaraforum.com – Pemerintah mengingatkan bahwa ancaman cuaca ekstrem akibat perubahan iklim semakin serius dan berpotensi memengaruhi ketahanan produksi pangan nasional. Fenomena iklim global seperti El Niño dan La Niña dinilai memberikan dampak nyata terhadap sektor pertanian, khususnya produksi padi di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa perubahan pola cuaca ekstrem secara langsung berkontribusi terhadap penurunan hasil panen di sejumlah daerah.
“Kita melihat beberapa ancaman yang harus diperhatikan adalah perubahan iklim. Pengalaman di tahun 2024, baik El Niño maupun La Niña, itu menurunkan produksi padi,” ujar Airlangga, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Menurut Airlangga, kondisi tersebut menjadi peringatan penting bagi Indonesia agar sektor pertanian mampu beradaptasi dengan dinamika iklim yang semakin tidak menentu. Adaptasi tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam struktur perekonomian nasional. Kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat mencapai 14,35 persen, dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sekitar 40 juta orang.
Besarnya kontribusi tersebut, lanjut Airlangga, menunjukkan bahwa pertanian bukan hanya berperan sebagai penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi fondasi utama kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dalam rangka memperkuat ketahanan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim, pemerintah terus mendorong berbagai program strategis. Salah satunya adalah pengembangan kawasan food estate yang diarahkan sebagai lumbung pangan modern untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan.
Namun demikian, Airlangga menekankan bahwa pengembangan food estate harus diiringi dengan penerapan sistem pertanian modern agar mampu menjawab tantangan iklim sekaligus meningkatkan produktivitas.
“Pengembangan food estate itu kita harus mendorong yang namanya modern farming. Nah, modern farming tentu berbagai tantangan terjadi,” pungkasnya.
Pemerintah menilai penerapan pertanian modern menjadi langkah penting agar sektor pangan nasional tetap tangguh menghadapi ancaman cuaca ekstrem serta mampu menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Lan.











