majalahsuaraforum.com – Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) atau penangkapan dan penyimpanan karbon.
Hal tersebut disampaikan Hashim dalam acara Investing on Climate yang digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/12/2025). Menurutnya, kondisi geologi Indonesia menjadi keunggulan strategis untuk pengembangan CCS berskala besar.Carbon Capture and Storage (CCS) sendiri merupakan salah satu teknologi penting dalam upaya mitigasi pemanasan global, dengan cara menangkap emisi karbon dioksida (CO2) dari sumbernya sebelum dilepaskan ke atmosfer, kemudian menyimpannya secara aman di bawah permukaan tanah atau dasar laut.
Struktur Geologi Indonesia Dinilai Sangat Ideal Hashim menjelaskan bahwa struktur geologi Indonesia yang kaya akan rongga di bawah tanah dan bawah laut menjadi faktor utama besarnya potensi penyimpanan karbon nasional. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam agenda global penurunan emisi karbon.
Menurut perkiraan yang ia sampaikan, kapasitas penyimpanan karbon Indonesia mencapai 500 hingga 700 gigaton, angka yang menempatkan Indonesia dalam jajaran negara dengan potensi CCS terbesar di dunia.
“Dan ternyata Indonesia punya potensi untuk jadi super power CCS. Kenapa? Karena ternyata Indonesia ini kita punya banyak rongga-rongga di bawah tanah dan di bawah laut. Dan kita punya potensi 500 sampai 700 gigaton,” jelasnya.
CCS Jadi Instrumen Strategis Pengendalian Emisi Lebih lanjut, Hashim menilai bahwa pemanfaatan teknologi CCS sangat strategis bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan transisi energi dan komitmen penurunan emisi karbon. Dengan masih digunakannya energi fosil, khususnya batu bara, keberadaan CCS menjadi solusi penting agar target pengurangan emisi tetap dapat dicapai.
Pengembangan CCS juga diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan karbon internasional serta membuka peluang investasi baru di sektor energi bersih dan teknologi iklim.
Peluang Indonesia Tampil sebagai Pemain Global Dengan potensi penyimpanan ratusan gigaton karbon, Indonesia dinilai tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang menjadi pusat penyimpanan karbon regional bahkan global. Hal ini sejalan dengan semakin besarnya kebutuhan dunia terhadap solusi penyimpanan emisi jangka panjang.
Hashim menegaskan bahwa pengelolaan potensi ini harus didukung regulasi yang kuat, investasi besar, serta kolaborasi dengan mitra internasional agar manfaatnya optimal bagi perekonomian nasional dan lingkungan.
Lan.











