Foto.ist
majalahsuaraforum.com – Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF), lembaga yang dibentuk dengan dukungan Amerika Serikat dan Israel, resmi mengakhiri misi daruratnya di Jalur Gaza pada Senin (24/11/2025). Keputusan ini disampaikan sembilan bulan setelah organisasi tersebut mulai beroperasi di wilayah yang tengah dilanda krisis kemanusiaan.
Pengumuman penghentian misi ini disampaikan bersamaan dengan publikasi foto ribuan warga Palestina yang berdesakan di pusat distribusi bantuan GHF di Gaza Selatan, dalam potret yang diambil pada 27 Mei 2025 oleh Hani Alshaer dari Anadolu Agency.
Dalam pernyataannya, GHF menegaskan bahwa misi tersebut telah selesai sesuai target awal.
“Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) hari ini mengumumkan keberhasilan penyelesaian misi daruratnya di Gaza setelah mengirimkan lebih dari 187 juta makanan gratis langsung kepada warga sipil yang tinggal di Gaza,” tulis organisasi tersebut.
Direktur Eksekutif GHF, John Acree, menambahkan bahwa keputusan menghentikan operasi dilakukan karena tujuan utama organisasi telah dianggap tercapai.
Menurutnya, “menghentikan operasi kami karena kami telah berhasil dalam misi kami untuk menunjukkan bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengirimkan bantuan kepada warga Gaza.”
Acree juga mengungkapkan bahwa pendekatan GHF kini tengah dipertimbangkan untuk diperluas melalui lembaga lain.
Ia menyampaikan bahwa model pendistribusian bantuan yang mereka gunakan sedang diadopsi dan diperluas oleh Pusat Koordinasi Sipil Militer (CMCC) dan organisasi internasional lainnya, setelah serangkaian pembahasan selama beberapa minggu.
Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa memastikan bahwa penghentian operasi GHF tidak berdampak pada aktivitas mereka. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa lembaganya tidak memiliki hubungan kerja dengan GHF.
“Kami tidak pernah bekerja sama dengan mereka,” ujarnya kepada para wartawan.
GHF sendiri dibentuk sebagai pengganti peran UNRWA, badan PBB yang bertanggung jawab terhadap pengungsi Palestina. Namun sejak awal, organisasi tersebut menuai kritik keras—mulai dari tuduhan gagal memenuhi target pengiriman bantuan, hingga kecaman terkait insiden penembakan terhadap warga sipil yang sedang menunggu jatah makanan di lokasi distribusi.
Penghentian misi GHF meninggalkan sejumlah pertanyaan tentang masa depan distribusi bantuan di Gaza, terutama di tengah kondisi kemanusiaan yang masih sangat kritis dan kelangkaan pasokan dasar yang semakin parah.
Red.











