Home / Politik / Said Abdullah Dorong Penguatan Pengawasan dan Integritas Polri di Bawah Kapolri Suyudi

Said Abdullah Dorong Penguatan Pengawasan dan Integritas Polri di Bawah Kapolri Suyudi

majalahsuaraforum.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mendorong Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memperkuat pengawasan internal serta penegakan disiplin di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga integritas institusi kepolisian.

Said menilai, rotasi terhadap 88 perwira tinggi, termasuk 19 kepala kepolisian daerah (kapolda), yang dilakukan kurang dari 24 jam setelah Suyudi diangkat menjadi Kapolri merupakan langkah awal dalam membentuk tim kerja yang solid.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembenahan tata kelola dan budaya kerja kepolisian masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Salah satu hal yang disoroti adalah peningkatan mutu pelayanan, khususnya dalam proses penanganan laporan dan penegakan hukum.

Dalam konteks tersebut, Said menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat yang melaporkan suatu perkara. Ia mengutip pernyataan Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR pada Kamis, 1 Oktober 2026.

“Bagi korban, laporan polisi adalah harapan negara hadir, pelapor berhak mengetahui perkembangan yang dapat dibuka tanpa harus mencari tahu melalui akses informal kepada penyidik,” kata Suyudi saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Said, pelayanan kepolisian yang belum berjalan optimal dapat memunculkan anggapan di masyarakat bahwa suatu perkara baru mendapatkan perhatian setelah menjadi viral di ruang publik. Fenomena yang dikenal dengan istilah no viral no justice tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani melalui perbaikan sistem pengawasan dan pelayanan.

Untuk itu, Said mendorong penguatan peran Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Ia juga menilai pelibatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) serta masyarakat diperlukan agar pengawasan terhadap institusi kepolisian dapat berjalan lebih efektif.

“Penegakkan disiplin polisi menjadi titik kuncinya,” tegas Said, Senin, 12 Oktober 2026.

Selain pengawasan, Said menekankan pentingnya keteladanan dari pimpinan Polri dalam membangun budaya kerja yang profesional. Menurutnya, sikap dan tindakan pimpinan dapat menjadi acuan bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat tanpa mengurangi ketegasan dalam menjalankan tugas. Sikap ramah, menurutnya, dapat berjalan beriringan dengan profesionalisme dan kewibawaan aparat.

Said kemudian mengutip pernyataan Suyudi mengenai pentingnya keramahan dalam pelayanan kepolisian.

“Polisi tidak kehilangan wibawa karena ramah, tetapi kewibawaan modern lahir dari kompetisi, pengendalian diri, integritas dan ketegasan yang proporsional,” demikian pernyataan Suyudi.

Melalui penguatan pengawasan, penegakan disiplin, keterbukaan pelayanan, dan keteladanan pimpinan, pembenahan Polri diharapkan dapat mendorong peningkatan profesionalisme serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

 

de.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh